Tokoh Agama Dan Mantan Teroris Ajak Masyarakat Deklarasi Pemilu Damai Dan Sejuk

oleh
(Foto: Mh)

Semarang – INFOPlus. Sejumlah mantan Napi Teroris (Napiter) di Semarang yang tergabung dalam Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) “menyeret” beberapa tokoh agama untuk ikut andil menciptakan pemilu damai.

Ajakan ini diwujudkan nyata dalam bentuk penandatanganan diatas kertas MMT ukuran 4×6 meter di Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang pada Rabu (7/2) sore.

Tokoh agama yang berhasil diseret ikut teken diantaranya adalah perwakilan dari Nahdhlatul Ulama (NU), Perwalian Umat Budha di Indonesia (Walubi), Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Gereja se-Kota Semarang (PGKS), Ansor, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

INFO lain :  Mbak Ita Minta Dinkes Kota Semarang Monitor Ketat Penyakit Pneumonia

“Suasananya kok mulai hangat terus panas, ini harus ada yang ngademke. Saya dan teman-teman nekad aja melakukan pendekatan dibantu FKUB akhirnya berhasil. Ada 15 perwakilan organisasi agama yang ikut”, ujar Ketua Persadani Sri Puji Mulyosiswanto usai acara penandatanganan Pemilu Damai di Kantor FKUB Kota Semarang.

Sebelum tanda tangan, para tokoh agama disodori tiga komitmen yakni mensukseskan Pemilu, tidak memberikan ujaran kebencian, menolak Golput dan kekerasan serta intoleransi.

“Kita sodori para tokoh agama konsep komitmen kita dan disetujui. Akhirnya kita sepakat bersama menolak yang namanya kekerasan, intoleransi, ujaran kebencian, dan Golput. Yang kita khawatir itu ada konflik hanya karena beda pilihan, apalagi kalau ditarik ke politik identitas,” kata Puji yang merupakan rekan dekat gembong teroris Noordin M Top.

INFO lain :  Undip Wisuda 2.848 Lulusan, 1.531 Lulus Cumlaude

Sementara dari Syarif Hidayatullah, Sekretaris FKUB Semarang memaparkan setiap pemilu perlu adanya peran tokoh agama untuk meredam suhu yang panas.

“Di setiap pemlu sering ada peran tokoh agama di dalam meredam atau menyejukkan suasana masyarakat. Terlebih selalu menjelang pemilu situasi sedikit memanas,” tuturnya.

Lebih lanjut menurut Syarif, tokoh agama memang cukup dipercaya dan punya peran dalam mengendalikan masyarakat.

“Ketika situasi memanas atau oleng atau kehilangan keseimbangan diperlukan peran tokoh agama,” tambahnya.

INFO lain :  Pembangunan Tanggul Laut di Semarang Capai 62 Persen

Sedangkan apakah dia keberatan diajak dalam deklarasi pemilu damai ini, dengan tegas Syarif berkata jika pihaknya sangat senang

“Saya kira kami tidak keberatan konsekuensi kami di FKUB supaya warga salam kondisi sejuk,” pungkasnya.

Usai acara para napiter, ormas dan tokoh agama sama-sama menandatangani banner besar yang berisi deklarasi damai untuk ditunjukan ke masyarakat.

MMT deklarasi pemilu damai dari tokoh agama inipun kemudian dipasang di papan baliho milik Pemkot Semarang yang ada di Jalan Sukun, Banyumanik, Semarang agar semua masyarakat dapat melihat. (Mh/Mw)