Semarang – INFOPlus. Tim Hukum Nasional (THN) Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Amin) Jawa Tengah temukan ratusan ribu data pemilih diduga bermasalah di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Hingga kini KPU Jateng belum menkonfirmasi kebenaran temuan itu meski sudah dilaporkan.
THP Amin Jateng telah melapor dan memberikan data DPT bermasalah Pemilu 2024 ke KPU Jateng pekan lalu. Meski sudah hampir sepekan, namun hingga saat ini belum ada jawaban atas temuan tersebut
“Kami sudah mengirimkan surat ke KPU Provinsi untuk konformasi dan klarifikasi tentang temuan DPT bermasalah. Sampai sekarang KPU masih on proses, sehingga kami masih belum mendapatkan hasilnya,” ungkap Koordinator THN Amin Jateng, Listyani di sela laporan DPT bermasalah ke Bawaslu Jateng, Selasa (6/2).
Menurut Listyani, sudah menjadi kewajiban bagi KPU untuk menindaklanjuti laporan pihaknya. Terlebih coblosan tinggal menghitung hari. Sehingga perlu ada kepastian dan kebenaran terkait DPT yang diterima pihaknya.
“Atas temuan DPT bermasalah itu, kami minta KPU segera memverifikasi dan memvalidasi. Kalau tidak ditindaklanjuti itu nanti ranah Bawaslu untuk menindaklanjuti,” tegasnya.
Ditambahkan, temuan DPT bermasalah sebanyak 502.564 data pemilih ini awalnya ditemukan sekitar awal Juli 2023 oleh THN Amin pusat. Setelah dilakukan pencermatan lebih dalam ternyata ada sekitar setengah juta daftar pemilih janggal di Jateng.
“Kami lapor ke Bawaslu juga, supaya Bawaslu ikut mengawasi proses laporan kami. Dan kami berharap Bawaslu segera menindaklanjuti supaya bisa mendorong dan mengawal KPU menyelesaikan temuan kami. Jika ditemukan adanya pelanggaran, itu menjadi ranah Bawaslu untuk menindalanjuti,” imbuh dia.
Diberitakan sebelumnya, THN Amin Jateng Provinsi Jawa Tengah temukan 502.564 data pemilih diduga bermasalah di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Data pemilih tersebut tidak masuk akal lantaran ada pemilih yang berusial lebih dari seribu tahun, bahkan ada banyak nama pemilih yang hanya satu huruf.
“Kami temukan data pemilih yang tidak masuk akal, seperti usia -967, -81, -39, 0, 1, belum lagi nama-nama yang terdiri hanya satu huruf, usia di bawah 17 tahun juga banyak, usia di atas 100 tahun, bahkan ada yang usianya 1.030, bahkan ada yang RT RW-nya 0,” sebut Listyani. (Ags/Mw)











