Oknum Lurah di Semarang Barat Diduga Pungli Dana FKK dan PKK

oleh

Semarang – INFOPlus. Seorang oknum lurah di wilayah Semarang Barat, Kota Semarang, diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada kader Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), sekaligus kader penggerak PKK di Tawangmas. Ia meminta kompensasi sejumlah uang lantaran sudah membantu pencairan dana kegiatan FKK dan PKK.

Lurah Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, berinisal R diduga meminta uang kepada E, kader FKK dan kader PKK, sebanyak Rp 1.400.000. Permintaan tersebut terjadi pada akhir Desember 2022 dan awal 2023 .

Rinciannya, dua kali permintaan uang masing-masing Rp 200 ribu, alasannya sudah membantu pencairan surat pertanggungjawaban (SPj) kegiatan FKK dan PKK. Dan sekali pungli sebesar Rp 1.000.000 dengan modus yang sama, membantu menandatangani SPj pencairan kegiatan FKK selama tahun 2022.

INFO lain :  Pesan Kasatpol PP yang Positif Corona

“Sekitar bulan Desember 2022 dan Januari 2023. Kalau pembuatan SPj itu kan harus ada tanda tangan Pak Lurah, jadi untuk memuluskan agar SPj bisa cair,” beber E, kader FKK Tawangmas, Selasa (8/8).

“Ini aku mbantu mencairkan SPj lho,” ucapnya menirukan permintaan uang dari Lurah R.

Permintaan uang tanpa dasar hukum yang jelas ini bukan sekadar pengakuan saja. Pungli Lurah R dituangkan dalam bentuk tiga bukti kuitansi penyerahan uang, lengkap dengan nama dan tanda tangan yang bersangkutan.

Dua kuitansi tertanggal 29 Desember 2022 menyebutkan dari FKK dan PKK untuk kelurahan, masing-masing Rp 200 ribu. Dan satu kuitansi tertanggal 3 Januari 2023 tertulis dari Ketua FKK untuk Pak Lurah sebesar Rp 1 juta.

INFO lain :  Investor Hotel Ibis Budget Semarang Terancam Pailit

“Itu terjadi di kantor kelurahan. Untuk permintaan awal Januari 2023, dia bilang awal tahun kan belum ada anggaran, (jadi) dia minta uang untuk kas kelurahan,” beber E.

Khusus pungli pada 3 Januari 2023 tersebut, sebelum penyerahan uang sempat terjadi tawar menawar antara Lurah R dengan E. Tawar menawar itu tertadi dalam percakapan via perpesanan WhatsApp.

Dalam tangkapan layar percakapan keduanya, E awalnya sempat hendak memberi Rp 400 ribu kepada Lurah R. Namun sang lurah keberatan dan menyebut nominal Rp 1 juta.

“Laahh kok 400…mbok sejuta sisaan too yooo….Mosok FKK duwekke akih (uangnya banyak) lho 50 jt,” tulis Lurah R dalam chatnya kepada E.

INFO lain :  Lurah di Kota Semarang Jadi Kuasa Pengguna Anggaran Mulai 2022

Atas permintaan itu, E tetap berusaha menego di angka Rp 500 ribu dengan alasan FKK juga akan membeli seragam baru. Namun Lurah R bersikukuh tetap meminta Rp 1 juta.

“Sorii ya konco2ku lurah kui..malah ntuke seko FKK 10%…loo, sg paling sitik 5%…do crito aku. Mosok aku mong nggoopeekk,,,raa mesakke (maaf ya teman-temanku lurah itu malah dapat dari FKK 10%, yang paling sedikit 5% , semua cerita ke saya. Mosok aku cuma Rp 500 ribu, tidak kasihan denganku,” tulis Lurah R lagi disertai emoticon sedih dan menangis.