Kenali Tentang Self Harm Serta Cara Mengatasinya

oleh
INFOPlus – Dalam kenyataan hidup yang kompleks ini, terdapat banyak cara yang berbeda bagi seseorang untuk menyampaikan perasaan mereka. Ada yang melampiaskannya dengan melakukan kegiatan atau aktivitas positif.

Namun, ada juga yang melampiaskannya dengan cara menyakiti diri sendiri. Untuk beberapa orang, kecemasan dan perasaan negatif itu begitu berat hingga mengarah pada perilaku self harm.

Belakangan, banyak remaja yang melakukan perbuatan ini lalu memamerkannya ke media sosial. Meskipun masih dianggap sebagai topik yang tabu dan kontroversial, penting bagi kita untuk membuka perbincangan tentang self harm.

 

Apa Itu Self Harm?

Dijelaskan pada laman Health Direct, self harm atau juga dikenal self injury didefinisikan sebagai tindakan seseorang yang menyakiti diri sendiri dengan sengaja. Tindakan ini menjadi cara untuk mengekspresikan atau mengendalikan pikiran atau perasaan yang negatif.

INFO lain :  5 Destinasi Wisata ini Kerap Jadi Spot Olahraga Paralayang

Perilaku ini sering kali merupakan ekspresi fisik dari rasa sakit emosional yang mendalam dan ketidakmampuan untuk mengatasi perasaan tersebut dengan cara yang lebih sehat. Tindakannya bisa meliputi seperti memukul diri sendiri, menghantukkan diri sendiri, atau semacamnya.

Dijelaskan lebih lanjut, perbuatan self harm tidak bertujuan untuk bunuh diri, melainkan hanya untuk melampiaskan emosi negatif. Namun buruknya perilaku ini bisa menyebabkan cedera hingga bahaya yang berisiko tinggi.

INFO lain :  Pabrik Ekstasi di Semarang di Grebeg, Belasan Ribu Narkoba Disita

Sebenarnya, gangguan kecemasan ini serupa dengan gangguan psikologis seperti obsesif compulsive disorder. Menurut data WHO pada tahun 2018, secara global hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya.

Namun, hampir sepertiga dari keseluruhan kasus ini terjadi di kalangan remaja. WHO menemukan fakta bahwa hal ini terjadi diantara usia 15-19 tahun. Mengapa self harm banyak dilakukan remaja masa kini?

Elizabeth B Hurlock menyebutkan dalam bukunya berjudul Psikologi Perkembangan-Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi kelima) bahwa masa remaja adalah usia yang rentang bermasalah.

INFO lain :  Beda Rafflesia arnoldii dan Bunga Bangkai

Ini disebabkan karena sepanjang masa kanak-kanak hingga anak, masalah mereka umumnya diselesaikan oleh guru atau orangtua mereka. Sehingga saat memasuki usia remaja, mereka tidak memiliki pengalaman dalam mengatasi masalah.

Selain itu tindakan ini juga terjadi karena mengalami frustasi, tekanan batin, kurangnya dukungan emosional dari orang terdekat, dan masih banyak lagi. Self harm yang dilakukan dengan tujuan membebaskan emosi bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah. Pelakunya memiliki kecenderungan mengulangi perbuatannya.
Jenis Self Harm yang Sering Dilakukan