Kenali Tentang Self Harm Serta Cara Mengatasinya

oleh

Secara patologis, terdapat 3 macam jenis self harm yang sering dilakukan. Berikut penjelasannya:

1. Major Self Mutilation

Jenis self harm yang pertama adalah major self mutilation. Tindakan ini cenderung melakukan kerusakan permanen pada organ utama pelakunya. Misalnya, memotong tangan hingga membakar bagian tubuhnya sendiri.

Umumnya, tindakan ini dilakukan oleh seseorang yang mengalami masalah psikologis, yaitu tahap psikosis. Ini merupakan jenis gangguan jiwa di mana seseorang tidak memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang nyata dan hanya khayalan.

2. Stereotypic Self Harm

Stereotypic self harm adalah jenis self harm yang terjadi pada individu dengan gangguan perkembangan atau keterbelakangan intelektual. Jenis self harm ini juga dikenal dengan istilah self-injurious behavior (SIB).

Tindakan self harm ini ditandai dengan adanya tindakan berulang-ulang yang menyakiti diri sendiri tanpa adanya tujuan untuk bunuh diri. Tindakan ini sebagai respons terhadap situasi yang menimbulkan stres, perasaan cemas, atau kesulitan dalam mengatasi emosi.

INFO lain :  5 Destinasi Wisata ini Kerap Jadi Spot Olahraga Paralayang
3. Superficial Self Mutilation

Superficial self mutilation merupakan jenis ketiga dari self harm. Dimana ini merupakan tindakan merusak tubuh dengan sengaja, tetapi luka-luka yang dihasilkan umumnya tidak mendalam atau mengancam nyawa.

Dalam superficial self mutilation, luka-luka yang diakibatkan cenderung terbatas pada lapisan kulit atau sedikit di bawahnya, dan sering kali menyebabkan luka goresan, luka sayatan, atau luka bakar yang relatif ringan.
Contoh Tindakan Self Harm

Perbuatan self harm mencakup berbagai tindakan fisik yang dilakukan dengan sengaja untuk menyakiti diri sendiri. Berikut beberapa tindakan self harm yang sering dilakukan:

1. Memotong (Cutting)

Ini merupakan jenis self-harm yang paling umum. Orang yang melakukan tindakan ini biasanya menggunakan benda tajam, seperti pisau atau gunting, untuk membuat sayatan pada kulit mereka.

INFO lain :  Pabrik Ekstasi di Semarang di Grebeg, Belasan Ribu Narkoba Disita
2. Membakar (Burning)

Membakar diri sendiri adalah bentuk self-harm lainnya. Individu yang melakukan tindakan ini menggunakan benda-benda panas seperti korek api atau lilin untuk menyebabkan luka bakar pada kulit mereka.

3. Meninju atau Memukul Diri Sendiri (Hitting)

Tindakan ini melibatkan pemukulan atau meninju diri sendiri dengan menggunakan tangan atau benda keras lainnya. Ini seringkali dilakukan sebagai ekspresi frustasi, marah, atau rasa tidak berdaya.

4. Menggores (Scratching)

Merupakan tindakan menggaruk diri sendiri hingga kulit terluka atau memar. Tindakan ini dapat menghasilkan luka dan perasaan sakit fisik, yang bisa menjadi cara seseorang mengalihkan perasaan batin yang lebih dalam.

5. Menarik Rambut (Hair Pulling atau Trichotillomania)

Trichotillomania adalah gangguan kejiwaan yang menyebabkan seseorang menarik rambutnya secara berulang-ulang hingga menyebabkan kerontokan rambut. Ini bisa menjadi bentuk self-harm yang dilakukan untuk meredakan perasaan cemas atau tegang.

INFO lain :  Beda Rafflesia arnoldii dan Bunga Bangkai
6. Menelan Benda Asing atau Zat Berbahaya

Beberapa orang mungkin menelan benda asing atau bahkan zat berbahaya, seperti obat-obatan atau produk kimia, sebagai bentuk self-harm yang ekstrim. Tindakan ini dapat berakibat fatal dan memerlukan intervensi medis segera.

7. Menyakiti Sendi atau Tulang (Joint or Bone Injuries)

Beberapa orang mungkin mencoba menyakiti sendi atau tulang mereka dengan tujuan menyebabkan luka atau patah tulang. Tindakan ini bisa terjadi karena seseorang ingin merasakan rasa sakit fisik atau sebagai upaya untuk meredakan perasaan emosional yang intens.
Penyebab Self Harm