Semarang – Pemerintah Kota Semarang kini fokus kepada peningkatan mutu layanan masyarakat tidak hanya dari sisi administrasi tetapi juga aspek pelayanan kesehatan.
Komitmen tersebut ditegaskan setelah Pemkot Semarang sukses mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) selama 7 tahun berturut-turut.
Sinergi dengan pemangku kepentingan diperkuat agar pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Semarang lebih optimal.
“Kami terus berupaya memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dalam pengurusan layanan publik, salah satunya JKN ini. Peningkatan kualitas layanan menjadi salah satu fokus kami agar UHC yang kami raih benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Semarang,” kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu ketika menerima audiensi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun di Balai Kota Semarang, Kamis (11/5).
Dia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Semarang tengah mengembangkan konsep Mall Pelayanan Publik (MPP) menjadi MPP Metaverse, agar masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan publik.
Dia mengakui memang pada awalnya konsep MPP tersebut salah satunya untuk mendekatkan banyak investor. Namun persepsi ini patut diubah bahwa pelayanan perizinan tidak hanya untuk investasi saja, namun juga masyarakat secara keseluruhan.
“Dari sisi pelayanan kesehatan, kami juga menyusun perencanaan pembangunan daerah, bagaimana masyarakat mendapatkan layanan paripurna baik di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL),” ujar Ita.
Untuk mengukur mutu di FKTP, Pemerintah Kota Semarang belajar dari hotel bintang lima, dengan mengambil sampel ke pasien bagaimana pelayanan yang diberikan oleh dokter maupun instalasi farmasi.
Dalam seminggu sekiranya 30 pasien di tiap puskesmas dilakukan survei selain yg dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Puskesmas di Kota Semarang memiliki slogan 7G, yakni Gak ribet, Gak Antre, Gesit, Gratis, Go Cashless, Gemati, dan Gak Lemot. Dalam meningkatkan pelayanan, puskesmas saat ini buka sampai sore, untuk hari Senin pukul 08.00-17.00 WIB. Sedangkan hari Jumat mulai pukul 08.00-15.00 WIB,” tambah Ita.
Pada sisi FKRTL, rumah sakit umum daerah saat ini juga telah bermetamorfosis dengan baik. Rumah sakit tidak hanya layanan untuk memperoleh kesehatan, namun juga menjadi sarana yang nyaman bagi keluarga atau pendamping pasien.
“Kami ingin menciptakan RSUD yang modern, contohnya RSUD KRMT Wongsonegoro yang menjadi idola masyarakat daerah sekitar seperti Purwodadi, Demak, dan Grobogan. Dengan terpenuhinya fasilitas pendukung selayaknya mal, di dalam rumah sakit tentu menjadi kenyamanan tersendiri bagi pasien. Jadi, kami juga akan melakukan pemekaran dengan pembangunan Gedung 12 lantai untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya.















