Media Harus Berimbang Beritakan Kontestasi Politik Jelang Pemilu

oleh
Diskusi Penegakan Etika Pers, Kontestasi Politik, dan Kepentingan Publik" yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (11/11).

Semarang – Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Yadi Hendriana menyebut media massa harus menjaga keberimbangan dalam pemberitaan kontestasi politik menjelang Pemilu 2024.

“Harus dijaga, keberimbangan menjadi sangat penting,” kata Yadi saat diskusi Penegakan Etika Pers, Kontestasi Politik, dan Kepentingan Publik” yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Tengah, sebagaimana siaran pers di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, informasi yang berkaitan dalam kontestasi politik harus dikelola dengan baik.

INFO lain :  Kejati Jawa Tengah Melanggar Ketentuan Jaksa Agung, Tak Laporkan Rentut Pidana Soerya Soedarma

Selain itu, lanjut dia, pers yang bisa dipercaya dan diterima juga harus mampu menampilkan narasumber yang kredibel serta menyampaikan informasi sesuai fakta.

Sementara Rektor Universitas Abadi Karya Indonesia (Unaki) Semarang Tri Purwani menilai wajar jika terdapat tokoh yang menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri meski pemilu baru akan digelar dua tahun lagi.

INFO lain :  Dua Perusahaan Pelanggar PPKM di Semarang Disegel

“Sah saja selagi aturan dan ketentuannya terpenuhi,” katanya dalam diskusi yang dipandu Ketua IJTI Jawa Tengah Teguh Hadi Prayitno itu.

Adapun Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono menilai pers berada di tengah lautan informasi dengan persaingan untuk menyajikan suatu berita.

INFO lain :  Muhammadiyah Juga Minta Pilkada 2020 Ditunda. Menteri-Menteri Perlu Dievaluasi

Menurut dia, pers harus bersaing dengan media sosial dalam menyajikan informasi bagi masyarakat.

“Di sini peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi dalam menyaring informasi yang akan diterima oleh masyarakat,” katanya.

Sumber Antara