Penjual Gorengan di Magelang Tewas Terpanggang di Rumahnya

oleh

Magelang – Kebakaran hebat terjadi di Kampung Tidar Campur RT 01/RW 01, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Satu rumah hangus dihajar api. Ironisnya, seorang pemilik rumah meregang nyawa ikut terbakar saat berada di dalam rumah. Korban tewas tersebut yakni Sri Rahayu (37), yang juga istri dari salah satu petugas pemadam kebakaran Kota Magelang, Mulyono. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (12/4/2018).

Informasi yang berhasil dihimpun, dugaan sementara kebakaran terjadi akibat ledakan tabung gas di rumah itu. Korban merupakan istri seorang petugas pemadam kebakaran di Kota Magelang. Saat kejadian, diketahui bahwa suami korban tengah piket di kantor UPTD Pemadam Kebakaran Kota Magelang. Begitu mendapat kabar musibah kebakaran, Mulyono (40) langsung menuju lokasi dan menemukan istrinya telah meninggal dunia.

Menurut Kapolsek Magelang Selatan, Kompol Setyo korban kebetulan merupakan penjual gorengan dan bensin. Sementara berdasarkan penuturan saksi, ada ledakan dari kompor gas saat kejadian. Besar kemungkinan, begitu ada percikan api dari kompor, langsung menyambar bensin sehingga api langsung membesar.

INFO lain :  Jembatan Rembun Perbatasan Pekalongan-Pemalang Ambles
INFO lain :  Tega Habisi Mertua dengan Golok, Lalu Jasad Dibuang ke Sungai

“Selanjutnya, api muncul dan merembet ke tempat lain. Korban yang sedang berada di dalam rumah tidak dapat menyelamatkan diri hingga akhirnya terbakar dan meninggal dunia,” terang Kompol Setyo.

Kapolsek melanjutkan, api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Sejauh ini, musibah kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RSUD Tidar untuk proses visum.

INFO lain :  Komunitas Tuli Temanggung Berlatih Seni Stensil

Sementara itu, Tono yang merupakan tetangga dekat korban dan salah satu saksi mata, mengungkapkan, saat terjadi kebakaran, dirinya sempat mendengar suara ledakan sebelum kemudian melihat api besar melalap rumah korban.

“Saya dengan suara ledakan sekitar 3 kali, saya langsung keluar memanggil anak saya. Saya lihat ada kobaran api dan langsung berteriak, tapi api dengan cepat sekali membesar dan menjalar,” ungkap Tono.(edi)