SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,17 % di provinsi ini pada Oktober 2020.
Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan, kenaikan harga bawang merah, cabai merah, daging, dan minyak goreng menjadi pemicu utama terjadinya inflasi.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi kontribusi sebesar 0,69 persen terhadap terjadinya inflasi,” ungkapnya, Senin (2/11).
Sentot menambahkan, sebanyak enam kota di Jawa Tengah yang menjadi daerah dilakukannya survei biaya hidup, menyumbanginflasi dalam periode ini.
Menurut dia, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,22 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Purwokerto sebesar 0,07 persen.
Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi, seperti telur ayam ras, emas perhiasan, hingga tarif ojek daring yang mengalami penurunan harga.(mar)















