Jumlah Perlintasan Sebidang Malah Makin Naik

oleh
oleh

GROBOGAN – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan Agung Sutanto menyebutkan, sampai dengan saat ini jumlah perlintasan sebidang malah semakin bertambah.

“Kami sudah pernah mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa untuk mengirimkan data perlintasan sebidang mana yang akan ditutup dan perlintasan sebidang mana yang akan dikelola dan diberikan penjagaan dengan baik,” katanya, Selasa (9/6).

Karena itu, kepada para Camat agar menyarankan kepada kepala desa untuk me-review kembali kesepakatan-kesepakatan terkait penutupan perlintasan sebidang.

INFO lain :  Dirut PT Sritex dan Isteri Digugat PKPU Terkait Utang Rp 100 Miliar

Agung menjelaskan, perijinan perlintasan sebidang saat ini sudah tidak berlaku. Hanya diperbolehkan izin membangun Fly Over.

Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto menjelaskan, jumlah kendaraan bermotor dan frekuensi perjalanan kereta api terus bertambah. Satu sisi, jumlah dan lebar jalan tetap.

“Penggunaan sepeda motor yang dianggap sebagai transportasi murah dan efisien, namun justru yang paling mengerikan dengan rendahnya sisi keselamatan serta budaya perilaku masyarakat yang masih rendah. Di samping itu, belum optimalnya pemberian sanksi kepada pengendara kendaraan bermotor yang tak taat aturan,” jelas Anang.

INFO lain :  Judi Sabung Ayam di Bekas Gudang Marabunta Semarang Digerebek Polisi

Perwakilan Kepala DPUPR Grobogan, Erry Subagyo menerangkan,
secara teknis dalam pembangunan jalan akan diupayakan dan memaksimalkan pembangunan.

Perwakilan PT KAI Daop 4 Semarang, Kolonel Marinir Supardi menerangkan, setiap institusi pemerintahan mempunyai kewenangan dan tanggungjawab masing-masing dalam mengamankan masyarakat.

INFO lain :  Nongkrong di Kafe Bawa Ratusan Butir Pil Y. Langsung Kena Ciduk

Maka, perlu kerjasama yang baik dalam mewujudkanya.
“Setiap hari Polsus (Polisi Khusus) melaksanakan patroli di jalur perlintasan KAI,” katanya.

Polsus juga berupaya melaksanakan penutupan perlintasan liar dan sangat berharap dapat dukungan dari Polri dalam menutup perlintasan liar.

“Karena selama ini diprotes oleh masyarakat,” tandasnya.(mht)