TEMANGGUNG – Sejumlah rumah warga di bantaran Sungai Galeh di lingkungan Panjangsari Kelurahan Parakan Wetan, Kabupaten Temanggung, terancam longsor akibat talut sungai ambrol.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono mengatakan, talut di kawasan tersebut ambrol pada Kamis (2/4) petang saat terjadi banjir usai terjadi hujan deras di daerah hulu.
“Warga yang rumahnya terancam sudah kita minta untuk menyingkir, terutama saat terjadi hujan deras dikhawatirkan ada banjir susulan yang dapat mengancam permukiman mereka,” katanya, Jumat (3/4).
Djoko menerangkan, talut dan senderan yang ambrol sepanjang 60 meter dan lebar 1,5 meter dengan ketinggian 10 meter, ditaksir kerugian mencapai Rp400 juta.
“Sejumlah pekarangan dan bangunan rumah warga yang ada di sekitar talut ikut tergerus atau ambrol,” katanya.
Kejadian itu berawal saat banjir di Sungai Galeh kemudian air mengikis talut di sebelah timur Jembatan Galeh yang mengakibatkan talut ambrol sampai dengan perumahan penduduk.
Menurut dia tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun beberapa bagian bangunan rumah warga rusak, yakni milik Sutrisno bangunan dapur ambrol kerugian sekitar Rp10 juta. Adapula rumah Suwardi dan Suprapti bangunan dapur juga ambrol kerugian masing-masing sekitar Rp15 juta.(mht)
















