Bupati Emoh Berada di Peringkat ke-31

oleh
oleh

PEKALONGAN – Prestasi Kabupaten Pekalongan dalam bidang olahraga masih belum terlalu membanggakan.

Dari dua gelaran Proprov, Kabupaten Pekalongan berada di peringkat 31 dan 28 dari 35 Kota/Kabupaten se Jawa Tengah.

Atas dasar itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berharap kepada pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2019-2023 dapat meningkatkan prestasi olahraga.

Bupati Asip meminta kepada pengurus KONI yang baru agar benar-benar menyiapkan atlet yang akan berlaga, karena komitmen dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk memajukan sangat jelas. Diantaranya memberikan bonus yang relatif tinggi untuk atlet yang bisa meraih medali emas.

“Untuk jangka pendek ada Dulongmas, ini menjadi momentum untuk mengembalikan kejayaan olahraga Kabupaten Pekalongan. Cabang olahraga yang berpotensi agar dipersiapkan dengan baik,” katanya, Rabu (18/12).

INFO lain :  Pegawai Dishub Rembang Terjaring OTT Dugaan Pungli Uji Kir

Bupati juga mengingatkan, bahwa sumber keuangan KONI berasal dari APBD, sehingga akuntabilitas keuangannya harus dipertanggungjawabkan dan mekanisme pelaporannya agar dipersiapkan dengan sebaik mungkin.

“Saya perintahkan supaya ada transparansi anggaran. Rapat Akhir Anggota atau RAT dijalankan sebagai kontrol dan pertanggungjawaban tata kelola bagi cabor dan pengurus,” ujarnya.

Pemkab, lanjut Bupati Asip, akan menyupport kegiatan olah raga, berupa faslitasi terhadap cabor yang punya potensi untuk menyumbang prestasi. Selain itu akan melakukan pendampingan terhadap tata kelola keuangan sehingga menjadi baik.

INFO lain :  Anak Punk Tusuk Sopir Truk di Pantura Brebes

“APBD itu kan input dan out comenya harus terukur. Out come dari KONI berupa prestasi sebagai yang akan menjadi kebanggaan warga Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi, berencana akan mengumpulkan seluruh cabang olahraga dan mengajak mereka agar tertib organisasi, tertib administrasi serta tertib perencanaan dan anggaran.

“Saya mengajak kepada para pengurus cabor, Pemkab dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembibitan atlet, karena tidak ada prestasi tanpa adanya latihan, begitu juga latihan yang tidak terukur juga tidak akan ada prestasi,” katanya.

Dalam kepengurusan yang baru, Eko berharap, peran KONI dapat ditingkatkan, utamanya tentang sistem keolahragaan yang tertuang dalam UU No 3 tahun 2005 dapat dibuat menjadi Perda olahraga.

INFO lain :  KOMPAK HAM Sragen Gelar Aksi Tolak Hoax

“Hal itu sebagai bentuk keseriusan Pemkab dalam mengelola olahraga meningkatkan prestasi karena saat ini kondisi prestasi olahraga di kabupaten Pekalongan belum membanggakan,” tuturnya.

Eko juga berharap agar semua komponen seperti pemerintah daerah, anggota Dewan dan pengurus cabang olahraga yang ada dapat bersinergi dan saling mendukung. Karena dengan berprestasinya olahraga maka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah sehingga juga akan berimbas meningkatnya anggaran untuk olahraga.

“Prestasi olahraga ini juga menjadi martabat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya. (mht)