Semarang – Judi Toto Gelap (Togel) di Kota Semarang semakin marak. Beberapa “kios” penjual jasa pasangan Togel berceceran di sejumlah wilayah Kota Atlas.
Meski beberapa pengecer Togel telah ditangkap, keberadaan Togel masih diminati sebagian warga. Alasannya iseng-iseng berhadiah.
Menyikapi peredaran Togel yang seolah tak mampu terbendung, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meminta seluruh lapisan masyarakatnya terlibat memberantasnya.
Dirinya menyarankan masyarakat tidak ikut membeli karena hal itu bisa memicu eksistensinya.
“Tidak usah beli. Jika pembeli masih banyak, maka akan muncul banyak penjual. Meski penjual disikat polisi dan Satpol PP pasti akan muncul penjual baru,” ujarnya, Rabu (28/11/2018).
Hendi berharap ada peran serta masyarakat untuk memberantas judi tersebut dengan memberikan laporan secara akurat ke penegakan hukum. Hendi mengaku yakin, jika laporan itu valid pasti akan ditindaklanjuti.
Walikota Hendi menegaskan, Togel dilarang undang-undang bahkan secara agama. Pihaknya meminta Satpol PP ikut turun ke lapangan menindaklanjuti laporan masyarakat yang lengkap.
“Harus bergerak bersama. Dibutuhkan laporan dari masyarakat dengan informasi yang tepat dan akurat,” tegasnya.
Sementara pantauan INFOPLUS, praktek judi Togel banyak terjadi di Kota Semarang, bahkan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Polisi sejauh ini baru menangkap para pengecer dan kurir Togel, sementara bandar, pengendali Togel masih berkeliaran.
Praktek Togel terjadi di tengah masyarakat bahkan seolaj di depan mata. Hampir setiap warga tahu peredarannya. Meski begitu, seoalh tumbuh subur, keberadaannya sulit diberantas.edit















