“Pengemudi cukup mengemudi seperti biasa. Sistem akan membaca kondisi jalan dan kebutuhan tenaga kendaraan untuk menentukan kapan menggunakan tenaga listrik dan kapan mesin bekerja demi menjaga efisiensi optimal,” jelasnya.
Teknologi Dual Mode menawarkan tiga keunggulan utama, yakni efisiensi energi yang tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta emisi gas buang yang lebih kecil dibandingkan kendaraan konvensional.
Untuk penggunaan harian di perkotaan, kendaraan akan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh, kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin memastikan kendaraan tetap memiliki performa optimal tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
Melalui pembuktian langsung di Jawa Tengah ini, BYD berharap masyarakat semakin memahami bahwa kendaraan elektrifikasi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan efisiensi tinggi, fleksibilitas, dan kenyamanan untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
Dengan efisiensi mencapai 65 km per liter dan jarak tempuh lebih dari 1.100 kilometer, teknologi Dual Mode diyakini dapat menjadi salah satu alternatif mobilitas masa depan yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin dinamis. (Kar/Ts)















