Rumah Tua Ambruk di Kauman Semarang, Satu Tewas dan Tiga Luka

oleh

Semarang-INFOPlus.  Suasana malam di kawasan padat penduduk Kauman, Semarang Tengah, mendadak mencekam. Ini, akibat sebuah rumah di jalan Pedamaran Gang Buntu roboh, Selasa (28/10/2025) menjelang roboh menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Korban tewas menimpa Mega Gita Safitri (28). Tiga korban selamat Syahrul Adji Pramuda (20), Yuanita Atia Eka (7), dan Arsyad Ikwan Setiawan (4).
Korban Yuanita mengalami luka di bahu kiri dan sesak napas akibat tertimpa reruntuhan, sedangkan dua korban lainnya hanya mengalami luka ringan.

Nasib tragis menimpa satu keluarga itu, menurut keterangan bermula saat seluruh penghuni rumah tengah beristirahat malam. Syahrul, yang masih terjaga di kamarnya, mendengar suara aneh sebelum bangunan ambruk.

INFO lain :  Jamu Didorong jadi Warisan Budaya Dunia

“Saya dengar suara keras seperti retakan, lalu dinding tiba-tiba runtuh. Saya langsung lari keluar dan memanggil warga untuk bantu,” kisah Syahrul di lokasi kejadian.

Warga sekitar segera berdatangan dan berusaha mengevakuasi para korban dengan alat seadanya. Tak lama kemudian, tim gabungan dari Basarnas Kota Semarang, Ambulance Hebat, dan Polsek Semarang Tengah tiba untuk membantu proses penyelamatan.
Evakuasi berlangsung hingga dini hari. Satu korban ditemukan meninggal dunia di tempat, sementara korban ke RS Hermina Pandanaran untuk mendapatkan perawatan medis.

INFO lain :  Cek Kelengkapan Personel Jelang Operasi Ketupat Candi 2018

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, membenarkan insiden tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, rumah diperkirakan roboh karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dan struktur yang melemah.

“Tidak ditemukan indikasi lain selain faktor usia bangunan yang sudah lama dan konstruksi yang tidak lagi kuat menahan beban,” jelas Kompol Sugito.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di rumah tua agar memeriksa ulang kondisi bangunan guna mencegah peristiwa serupa.”

INFO lain :  Korupsi PD BPR Bank Salatiga. Nasabah Wadul Dewan, Panik Tak Bisa Cairkan Dana

Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, mengatakan proses evakuasi berjalan penuh kehati-hatian karena kondisi reruntuhan tidak stabil.

“Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi korban terakhir. Tim SAR, PMI, dan relawan bekerja sama dengan baik hingga seluruh korban berhasil dikeluarkan,” ujarnya.

Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi dan dijaga petugas untuk mencegah warga mendekat. Pemerintah Kelurahan Kauman bersama Polsek Semarang Tengah berencana melakukan pendataan rumah-rumah tua di wilayah tersebut guna mengantisipasi bahaya bangunan lapuk di kawasan padat penduduk. (Kar/Prie)