,

Cegah Medsos Jadi Sumber Provokasi, Polda Jateng Himbau Masyarakat Bijak Bermedsos

oleh
Cegah Medsos Jadi Sumber Provokasi, Polda Jateng Himbau Masyarakat Bijak Bermedsos
Foto : Ist

Semarang – INFOPlus. Polda Jateng menyebut media sosial menjadi salah satu sumber provokasi dan ajakan melakukan aksi anarkis dalam sejumlah kerusuhan di Wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Fakta ini terungkap dari pengakuan para pelaku yang diamankan, bahwa tindakan mereka dipicu oleh informasi provokatif yang beredar di media sosial dan grup percakapan daring.

Dalam sebuah konferensi pers penanganan aksi kerusuhan yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng pada Jumat, (19/9) siang, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menyampaikan keprihatinan mendalam, terutama karena mayoritas pelaku kerusuhan yang diamankan justru adalah anak-anak.

INFO lain :  3.400 Warga Terjaring Operasi Yustisi

“Peristiwa ini menjadi keprihatinan kita bersama dan menjadi pembelajaran bagi kita. Ini adalah tanggung jawab kita bersama (Polri dan masyarakat) untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Tengah,” ungkap Wakapolda.

Dirreskrimum Kombes Pol Dwi Subagio menyebut bahwa ruang digital tidak seharusnya menjadi jalan bagi provokator untuk memanfaatkan penggunanya, terutama anak-anak untuk terlibat dalam aksi anarkis. Dirinya berharap peran dari orang tua, sekolah, tokoh masyarakat untuk ikut terlibat menjaga generasi muda dari pengaruh buruk medsos.

“Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa ini, kami akan menggandeng dinas terkait di bidang komunikasi untuk melakukan pengawasan terhadap konten provokatif di media sosial,” jelasnya.

INFO lain :  Pemkot Semarang Terus Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Di kesempatan itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi menuturkan, dalam kasus pembakaran mobil di halaman DPRD Jawa Tengah serta perusakan Pos Polisi di Simpang Lima, para pelaku sebagian besar mengaku bertindak melakukan aksi anarkis setelah terprovokasi dari konten yang mereka baca di media sosial.

“Para tersangka yang diamankan ini memiliki peran berbeda, mulai dari melempar batu, merusak fasilitas, hingga membakar kendaraan. Dari keterangan mereka, banyak yang terdorong oleh provokasi di media sosial dan grup WhatsApp,” jelas Kombes Pol Syahduddi.

INFO lain :  Perda Perubahan APBD 2024 Kota Semarang Ditetapkan, Mbak Ita: Alhamdulillah Tepat Waktu

Kapolrestabes Semarang berkomitmen tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga melakukan pencegahan melalui upaya pembinaan.

Pihaknya akan menggandeng dinas pendidikan, pemerintah daerah, serta lembaga terkait lainnya untuk mencegah anak-anak kembali terjerumus dalam aksi anarkis maupun tawuran akibat provokasi digital.

Di akhir keterangan, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa polisi juga akan memperkuat strategi komunikasi publik dengan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.