Semarang – INFOPlus. Gagasan pendirian Museum Kartun Indonesia kembali mengemuka lewat kegiatan Kresem Artstreet #8 yang berlangsung di kawasan Kota Lama, Semarang pada Sabtu (20/09).
Para kartunis yang tergabung dalam Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya kehadiran museum kartun sebagai ruang riset-dokumentasi, edukasi visual, apresiasi, ekonomi kreatif, pelestarian karya kartun nasional hingga diplomasi budaya.
Di stand Pakarti yang dipadati pengunjung, para kartunis memamerkan karya-karya para kartunis Indonesia sekaligus menjelaskan visi besar pendirian Museum Kartun Indonesia.
“Kartun bukan sekadar hiburan, tetapi juga catatan sejarah, kritik sosial, dan refleksi budaya bangsa. Karena itu, keberadaan museum kartun sangat relevan, kalau tidak diarsipkan, kita akan kehilangan jejak perjalanan seni ini,” ujar Abdullah Ibnu Thalhah dari presidium Pakarti yang saat itu tampak asik corat caret menggambar kartun wajah para pengunjung.
Sementara itu, Ibu Endang, salah satu pengunjung yang dikartun, merasakan surprise dengan kegiatan kartun di Kota Lama.
“Meski sudah eranya teknologi AI, dikartun langsung secara spontan oleh kartunis Semarang, menjadi pengalaman artistik yang otentik. Seni kartun ini tak tergantikan dan menjadi cinderamata yang unik dari Semarang yang terkenal sebagai ibu kotanya kartun nusantara,” ujar pengusaha yang malam itu sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana Kota Lama.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Bapak Wing Wiyarso, yang berkenan mengunjungi stand Pakarti.
Dalam kunjungan tersebut, beliau menyampaikan dukungannya terhadap gagasan pendirian Museum Kartun Indonesia.
“Kami menyambut baik inisiatif teman-teman kartunis. Museum kartun yang sedang kami usahakan keberadaannya di Kota Lama dapat menambah daya tarik wisata budaya sekaligus memperkaya identitas kreatif Kota Semarang,” ujarnya.
Suasana stand semakin meriah ketika Djoko Susilo, kartunis senior dari harian Suara Merdeka, membuat karikatur spontan Bapak Wing Wiyarso. Momen tersebut disambut hangat oleh pengunjung dan menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seniman kartun dalam menghidupkan wacana museum.
Suara Para Kartunis
Sementara itu, Koesnan Hoesi, kartunis kawakan yang telah lama berkarya di dunia kartun nasional, menambahkan bahwa museum bisa menjadi jembatan antar-generasi.
















