Semarang – INFOPlus. Puluhan tokoh masyarakat, ulama dari berbagai organisasi keagamaan di Semarang menggelar deklarasi dan doa bersama untuk Indonesia damai dan harmonis.
Deklarasi dan doa bersama ini dilakukan berbagai organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, MUI, FKUB, FKSB dan masyarakat lintas keyakinan.
Kegiatan berlangsung di serambi Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman bersamaan dengan peringatan Maulidurrosul Muhammad SAW, Senin (1/9)
Hadir dalam acara, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin serta aparat TNI-Polri dan perwakilan komunitas Islam dari Persatuan Tionghoa Indonesia (PITI). Ratusan jemaah dan masyarakat turut serta mengikuti rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban.
Imam Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail menyampaikan bahwa keberadaan tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmennya dalam memelihara kedamaian Kota Semarang maupun Indonesia secara keseluruhan.
“Kami merasa prihatin terhadap fenomen yang terjadi akhir-akhir ini,” katanya.
Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi nasional yang belakangan ini di warnai oleh tindakan anarkis dan provokasi yang tidak sesuai dengan ajaran agama maupun nilai-nilai Pancasila.
“Kami bertekad menjaga suasana yang aman, tenteram, dan harmonis demi masa depan bangsa dan kota Semarang. Sebagai pejuang kemerdekaan, kita harus terus memelihara jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berkorban merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” ujarnya.
KH Hanief juga mengingatkan pentingnya menolak segala bentuk adu domba yang dapat memecah persatuan bangsa. Disebutkan, Masjid Kauman adalah saksi sejarah perjuangan bangsa. Termasuk saat proklamasi kemerdekaan yang pertama kali berkumandang di masjid tersebut pada 17 Agustus 1945.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam membangun kota yang sejahtera, aman, dan damai.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga informasi dan tidak menyebarkan berita hoaks yang bisa memecah belah masyarakat.
“Kami membutuhkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kota Semarang tetap harmonis dan rukun. Mari bersama-sama kita jaga kedamaian kota ini dan hindari provokasi yang bisa merusak citra kita bersama,” kata dia. []












