Pulang Retret, Agustina Iswar Pimpin Kirab Dugderan Semarang

oleh
Kirab Dugderan Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti didampingi Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin pukul bedug dimulainya kirab Dugderan di Balai Kota.

SemarangINFOPlus. Wali Kota Semarang Agustina langsung tancap gas sepulang kegiatan retret di Magelang, membuka dan memimpin kirab Dugderan di Balai Kota, Jalan Pemuda No 148 Semarang, Jumat (28/2).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang Agustina memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum. Agustina pimpin kirab Dugderan didampingi Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Agustina menyebut Dugderan adalah tradisi turun temurun dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Karena kita (Semarang) terdiri dari berbagai macam etnis, kebudayaan, maka disatukan oleh Pemerintah Kota Semarang, dengan satu ikon binatang imajiner bernama Warak Ngendog. Ini adalah menandai masa, di mana masa yang nanti toleransi dan keanekaragaman budaya akan mendapat tantangan yang berat, yakni di masa puasa dan Lebaran,” beber dia.

INFO lain :  KP2KKN Nilai Program Tata Kelola Pemerintahan Agustina Iswar Lebih Unggul

Melihat tingginya animo masyarakat, Agustina ingin tradisi masyarakat Semarang tersebut bisa disiapkan lebih baik lagi. Rencananya, tahun depan Pemkot Semarang akan mengundang tamu-tamu dari luar untuk lebih mengenalkan Dugderan.

“Supaya mengangkat nama Kota Semarang. Ini unik dan keterlibatan masyarakat sangat luar biasa,” imbuh dia.

INFO lain :  Triwulan III Realisasi Investasi di Kota Semarang Capai 90 Persen

Kirab Dugderan dibuka dengan pemukulan beduk oleh Wali Kota Agustina. Selanjutnya bersama dengan Iswar Aminudin, para pejabat Pemkot Semarang dan Forkopimda mengawali karnaval Dugder dengan menumpang kereta kuda.

Iringan-iringan karnaval mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sepanjang perjalanan menuju ke Masjid Agung Semarang (MAS), Kauman, warga berdiri berjejer dan berjejal menyaksikan dari dekat rombongan kirab.

Tiba di  Masjid Agung Semarang. Agustina menerima dan membacakan suhuf halaqah yang merupakan repersentasi hasil musyawarah para ulama terkait dimulainya puasa Ramadan.

INFO lain :  Korban Mutilasi di Kalongan Ungaran Dipotong Menjadi 11 Bagian

Selanjutnya, sebagai penanda datangnya bulan Ramadan, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum memukul bedug dan dilanjutkan penyalaan petasan di Alun-alun MAS sehingga menimbulkan kombinasi suara dug dan der yang kemudian dikenal dengan sebutan Dugder.

Masih di Alun-alun MAS, Agustina dan Iswar selanjutnya membagikan roti ganjel rel kepada khalayak umum.

Rampung prosesi di Masjid Agung Semarang, rombongan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) guna menyerahkan pengumuman datangnya Ramadan ke Gubernur Jateng yang diwakili Sekda Sumarno. []