Kampanye Terselubung di Silaturahmi Takmir Masjid DMI Kota Semarang

oleh
takmir masjid DMI Semarang
Kegiatan silaturahmi takmir masjid yang digelar DMI Kota Semarang diduga jadi ajang kampanye terselubung salah satu Paslon.

Pria yang akrab disapa Ook ini lantas mengungkapkan jika undangan silaturahmi yang diterima datang dari kelurahan yang diteruskan ke pengurus RW. Artinya, Bawaslu Kota Semarang perlu menindaklanjuti ada tidaknya keterlibatan ASN di kampanye terselubung tersebut.

Ketua DMI Kota Semarang Achmad Fuad belum memberikan tanggapan atas kegiatan yang digelar lembaganya. Tidak ada respons saat dikonfirmasi via perpesanan WhatsApp.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo menyatakan DMI merupakan lembaga independen yang salah satu sumber pendanaannya didapat dari APBD.

INFO lain :  Pemkot Semarang Terapkan Program Mudik Lebaran Minim Sampah

Sebagai wakil rakyat yang membahas APBD, ia mengungkap persetujuan DPRD untuk memberikan dana hibah ke DMI dengan pertimbangan untuk kepentingan umum atau hal-hal lain yang bisa menyejahterakan anggotanya.

INFO lain :  Sudirman Akan Hidupkan Gerakan Lumbung Desa Upaya Mensejahterakan Masyarakat

“Dihibahkan ke DMI itu untuk dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi, bukan untuk tujuan lain. Artinya kalau DMI bermain dengan acara seperti ini, besok DMI tidak akan kami beri hibah lagi. Kalau melenceng dari tujuan organisasi ya tidak kami beri hibah lagi,” tegas politisi yang biasa disapa Bowo ini.

INFO lain :  Indeks Kerawanan Pilkada Tertinggi, Ini Langkah KPU Kendal

“DMI merupakan organisasi independen dan tidak berafiliasi dengan organisasi sosial politik, jelas itu. AD/ART-nya mengatakan itu,” pungkasnya. []