Kemudian memberikan ruang kepada ibu-ibu PKK untuk meningkatkan pembuatan biopori, pertanian rumah tangga, pengelolaan sampah organik, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Kita perluas pelayanan transportasi publik. Kemudian melakukan gerakan pengurangan emisi dengan menuju penggunaan molis serta transisi energi. Kemudan tentang penangguangan bencana, kita membuat program aksi tanggap cepat bencana,” tutupnya dalam debat Pilwakot Semarang. []
















