Semarang – INFOPlus. Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkot Semarang oleh KPK masih terus berjalan. Namun kegiatan pemerintahan dipastikan tetap jalan.
Pernyataan itu disampaikan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminnudin saat dicegat wartawan usai mengikuti rapat Badan Anggaran di ruang Paripurna DPRD Kota Semarang, Jumat (19/7)
“Kegiatan Pemkot tetap berjalan, birokrasi tidak bisa (berhenti), tetap jalan semua. Tidak ada kegiatan atau agenda Pemkot yang tertunda,” ujar dia.
Menurut Sekda Iswar, kepastian kegiatan pemerintahan tetap berjalan di antaranya adalah agenda rapat Banggar yang baru saja ia ikuti. Termasuk kegiatan OPD yang sudah teranggarkan di APBD, harus tetap jalan mengingat ada pertanggungjawabannya.
“Pemerintahan itu kan sudah jelas, keputusan APBD itu kan keputusan politik, ya semua program ya tetap harus jalan. Kan kita harus ada terget juga. kita lihat akhir tahun bagaimana kinerja Pemkot Semarang, kan bisa dinilai. Berapa terserap, berapa yang kita belanjakan, sudah tertata semua,” beber dia.
Disinggung event yang diadakan OPD, apakah terpengaruh dengan penyidikan KPK, Iswar menyatakan kegiatan yang sudah dianggarkan atau direncanakan APBD harusnya tetap jalan. Hanya saja dia tidak tahu secara detail kegiatan atau event apa saja yang diagendakan di tiap OPD.
“(Soal event salawat yang ditunda), kalau itu saya tidak tahu, coba tanyakan ke Kesra. Kalau soal event, saya tidak pernah tahu event apa saja yang di dinas-dinas. Coba tanya langsung ke OPD-nya. Kalau memang sudah masuk dalam program APBD, harusnya jalan,” jelasnya.
Iswar menambahkan, selain kegiatan pemerintahan dan OPD yang sudah terjadwal di APBD tetap jalan, kegiatan pelayanan publik juga tak terpengaruh penyidikan KPK.
“Pelayanan di Pemkot, tidak tertanggu tetap jalan semuanya sepeti biasa,” tegas dia.
Disinggung terjadi kekosongan kepemimpinan di Pemkot Semarang, mengingat keberadaan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu tidak diketahui, Iswar tegas membantahnya.
“Pemerintahan masih jalan terus, tidak ada yang mengatakan kosong (kepemimpinan). Kita Kerja kan sudah ada semuanya ya, apalagi semua sudah tertata. Intinya sekarang semua kegiatan OPD jalan semua,” pungkasnya.
Sementara itu, kegiatan penyidikan KPK di lingkungan Pemkot Semarang sampai sekarang masih berjalan. Penyidik lembaga antirasuah pada hari ini menggeledah sejumlah kantor OPD di Gedung Pandanaran, kawasa Tugu Muda. Juga di kantor Dinas Pendidikan di Jalan dr Wahidin.
Ada tiga kasus dugaan korupsi yang tengah diperiksa penyidik KPK. Yakni, dugaan tindak pidana korupsi atas pengadaan barang atau jasa di lingkungan Pemkot Semarang tahun 2023 sampai dengan 2024.












