Untuk pengembangan potensi di kelurahan Pudakpayung, terdapat desa wisata serta tempat-tempat bersejarah yang bisa dikembangkan.
“Kami juga baru tahu, setelah ada perjalanan ritual bikhu tudong dari Thailand bahwa di situ adalah tempat pertama kali pentasbihan biksu di Indonesia. Jadi saat Hari Raya Waisak, bikhu-bikhu itu jalan dan kemudian mampir ke situ. Ini yang akan kami kembangkan jadi salah satu wisata religi,” paparnya.
Selain itu, ada pula destinasi lain untuk wisata religi seperti Pagoda, serta rumah apung untuk hotel kremasi.
Mbak Ita berharap dengan banyaknya potensi tersebut, Kelurahan Pudakpayung bisa menjadi kelurahan terbaik. “Tentunya ini menjadi penyemangat kelurahan lainnya bisa maju lagi di tingkat Nasional,” harapnya.
Lurah Pudakpayung, Pamirah menambahkan banyak potensi wilayah yang dikembangkan, termasuk kampung tematik hingga pengembangan destinasi wisata.
“Di tempat kami, wilayahnya masih hijau dan sangat luas. Tapi tetap kami harus bersama menjaga lahan tetap aman. Tidak serta merta jadi daerah perumahan atau pemukiman. Karena berdasarkan peta BPN sudah ada wilayah-wilayah hijau yang memang tidak untuk pembangunan dan perumahan. Untuk pelestarian, kami ada penanaman penghijauan dan di wilayah atas ada sumur sumur resapan,” bebernya. []












