Pikat Wastra Nusantara, Sarana UMKM Fashion Semarang Naik Kelas

oleh
Pikat Wastra Nusantara Semarang
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat produk UMKM fashion batik di ajang Pikat Wastra Nusantara. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu membuka kegiatan Pikat Wastra Nusantara, di Gedung Oudetrap, Kamis (12/8). Ajang tersebut diharapkan bisa menjadi sarana bagi pelaku UMKM dan IKM fashion naik kelas.

Pikat Wastra Nusantara merupakan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Kota Lama Semarang. Ditampilkan peragaan busana atau fashion show dari 8 desainer ternama Indonesia. Ada pula pameran UMKM dan IKM fashion yang menampilkan beragam produk nusantara.

Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, menyebut, gelaran Pikat Wastra merupakan gagasan anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029 Samuel Wattimena.

INFO lain :  Majelis Taklim Roudhotul Kafi Semarang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H

“Ini merupakan awal permulaan untuk kiprah beliau di Dapilnya. Tentu hal ini jadi salah satu keunggulan mas Samuel, karena beliau ini kan desainer sehingga harapannya bisa terus memberikan pendampingan pada UMKM,” ujar dia.

Pikat Wastra Nusantara melibatkan banyak pelaku UMKM dan IKM untuk bersama-sama menyemarakkan Festival Kota Lama Semarang.

“Ini satu permulaan untuk bagaimana UMKM di Kota Semarang dan IKM bisa melesat menjadi UMKM naik kelas,” katanya.

Diakui Mbak Ita, hingga saat ini masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk menjadikan Kota Semarang sebagai kota yang terkenal akan fashionnya.

INFO lain :  Mbak Ita Minta Camat Lurah Kota Semarang Petakan Lahan Rawan Kebakaran

“Dulu di tahun 2015 kan Kota Semarang sudah dicanangkan sebagai Kota Fashion. Namun tidak berkembang karena terkendala Covid. Harapannya tidak hanya ada Jakarta Fashion week atau Bandung Fashion Week tapi juga Semarang Fashion Week,” imbuhnya.

Desainer Indonesia, Samuel Wattimena menyebut jika fashion ini adalah bagian dari kehidupan keseharian masyarakat.

“Karena itu saya bikin pameran kecil mengenai fashion dengan bahan ramah lingkungan terbuat dari sisa kain dan warna alam. Jadi dengan baju dari bahan sisa dan pewarna alam atau dia bahan alam yang diolah, kita lakukan upcycle dan recycle,” terang dia.

INFO lain :  Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Semarang Bagikan Bibit Tanaman ke Pengunjung CFD

Di era gempuran berbagai produk asing, Samuel meminta pelaku fashion ikut menyosialisasikan dan memperkenalkan budaya Indonesia melalui fashion show.

“Praktis anak muda sangat tahu fashionnya Korea, tapi apakah tahu batik dari Bantul, batik dari Kendal. Mayoritas enggak tahu dan bukan salah mereka. Kenapa bukan salah mereka, karena kita orang-orang fashion juga tidak menyosialisasikannya ke mereka. Oleh karena itu ini jadi pekerjaan bersama-sama untuk memperkenalkan secara singkat di sini,” bebernya. []