Program Ngopeni Sendang DLH Kota Semarang, 158 Sendang Perlu Dilestarikan

oleh
ngopeni sendang semarang
Program Ngopeni Sendang DLH Kota Semarang, sebuah ikhtiar dari pemerintah untuk melestarikan sumber mata air dengan mengangkat kearifan lokal setempat. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang kembali melaksanakan kegiatan program Ngopeni Sendang di tahun 2024. Sebanyak 158 sendang menjadi sasaran program untuk dilestarikan.

Program Ngopeni Sendang ini mengangkat kearifan lokal masyarakat setempat dengan menggali potensi sendang yang ada di Kota Semarang.

Adapun sendang itu sendiri adalah sumber mata air alami berbentuk kolam yang biasanya berada di daerah pegunungan.

Menurut Pengendali Dampak Lingkungan Muda Sub Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati DLH Kota Semarang, Indriana Puspita Widyasari, tujuan dari kegiatan Ngopeni Sendang adalah untuk mempertahankan sumber-sumber mata air mengingat sumber mata air di Kota Semarang semakin menipis.

INFO lain :  Fenomena Marak ASN Jadi Konten Kreator Media Sosial, Bolehkah?

“Untuk mendukung program ini, DLH kembali menggelar lomba bagi kelompok masyarakat yang ada sendangnya untuk ngopeni sendang, ” katanya usai rapat persiapan lomba pada Jumat (28/6)

Wanita yang akrab disapa Ita ini mengatakan, munculnya ide lomba ini lebih kepada sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi sendang di Kota Semarang yang semakin terpuruk dan terpinggirkan.

“Debit airnya semakin menurun dan beberapa titik sendang hilang karena dampak dari pembangunan perumahan,” ungkapnya.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam upaya untuk melestarikan sendang juga menjadi penyebab generasi sekarang kurang peduli bahwa sendang perlu dipelihara demi kelangsungan ekosistem dan tersedianya sumber daya air di Kota Semarang.

INFO lain :  Polda Metro Laporkan Titik Kabel yang Menjuntai

Untuk lomba Ngopeni Sendang tahun 2024, Ita menjelaskan, respons masyarakat semakin luar biasa. Hal itu terlihat dari jumlah video yang dikirimkan kepada panitia lomba.

“Jadi sudah ada 48 video yang masuk. Jumlah ini naik dibandingkan dengan lomba sebelumnya di tahun 2021 yang hanya ada 36 video kiriman warga, ” bebernya.

Saat ini, DLH sedang melakukan tahapan verifikasi lapangan untuk mengecek lokasi dan kondisi sendang serta upaya dari masyarakat setempat dalam menjaga sendang.

Ita berharap dengan adanya lomba ini, masyarakat sekitar sendang terdorong dan secara swadaya dan kreatif bisa mengelola sendang dan sumber mata air tersebut.

INFO lain :  Pecinan Kota Semarang Mulai Bersolek Sambut Imlek

Sebagai bentuk penghargaan, DLH juga ingin memberikan apresiasi kepada para pengelola sendang yakni pihak kelurahan setempat karena selama ini sudah melakukan program Aksi Ngopeni Sendang dengan mengangkat kearifan lokal. Seperti melestarikan tradisi bersih-bersih Sendang dan nyadran sendang.

“Kami juga akan membuat tetenger atau papan pengumuman lestarikan sendang, memberi nama sendang dengan logo DLH Kota Semarang. Jika nanti di sekitar sendang mungkin ada yang dimanfaatkan oleh pengembang perumahan, kami akan melakukan pendekatan bagaimana pengembang tersebut mengupayakan ada stimulan dana karena sebagian daerah tangkapan air sendang dipergunakan untuk perumahan tersebut,” bebernya.