Semarang – INFOPlus. Survei Pilwakot Semarang menunjukkan elektabilitas petahana Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dibanding kandidat lainnya. Elektabilitas Mbak Ita, sapaan Hevearita, unggul tipis dari calon kuat lain, yakni Yoyok Sukawi
Hasil survei Pilwakot Semarang yang dilakukan INDO Riset Strategis, menunjukkan elektabilitas incumbent, Mbak Ita masih di atas Yoyok Sukawi dengan selisih 6,7 persen.
“Secara spontan, sebanyak 33,5 responden akan memilih Mbak Ita, sebanyak 26,8 persen akan memilih Yoyok Sukawi, dan 10,3 persen akan memilih Ade Bhakti. Masih ada 23,7 persen belum menentukan pilihan atau tidak menjawab,” beber peneliti INDO Riset Strategis, Galih Pramilu Bakti di FGD yang digelar Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS), Jumat (28/6).
Kemudian kandidat wali kota dan wakil wali kota yang popuper, paling populer adalah Mbak Ita, diikuti oleh Yoyok Sukawi, dan Soemarmo HS. Namun, kandidat yang paling banyak disukai adalah Yoyok Sukawi dengan angka 49,6 persen, diikuti Ade Bhakti 48,3 persen, dan Mb Ita 47,7 persen.
Galih mengungkapkan, Mbak Ita dan Yoyok Sukawi juga bersaing ketat jika Pilkada dilakukan sekarang.
“Jika diberi pilihan empat nama calon wali kota, responden yang memilih Mbak Ita 38,4 persen, diikuti Yoyok Sukawi 34,0 persen, Soemarmo 4,8 persen, dan Iswar 1,5 persen,” ujarnya.
Sementara calon wakil wali kota paling banyak dipilih adalah Ade Bhakti dengan angka 32,2 persen.
Kemudian, peneliti juga melakukan simulasi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota semarang. Pasangan Mbak Ita-Ade Bhakti paling banyak dipilih, diikuti pasangan Yoyok Sukawi-Ade Bhakti.
“Mbak Ita jika dipasangkan Ade Bhakti mendapatkan 22,2 persen. Sementara Yoyok Sukawi-Ade Bhakti 21,1 , hanya selisih 1,1 persen,” katanya.
Jika simulasi dilakuan 4 pasangan, Mbak Ita dengan siapapun wakilnya, secara umum akan memperoleh suara tertinggi. Namun demikian, Yoyok Sukawi akan memperoleh suara yang cukup tinggi dan mengalahkan pasangan lain jika berpasangan dengan Ade Bhakti.
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP, Yoga Putra Prameswari menuturkan dari hasil survei tersebut, penentu kemenangan adalah pasangan calon yang akan dipilih.
Ia juga yakin Mbak Ita yang nantinya akan mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan. Sementara, Yoyok harus memilih koalisi yang tepat untuk bisa menang di Pilwakot nanti.
“Kalau di PDIP, saya yakin Mbak Ita yang akan mendapatkan rekomendasi, apalagi sebagai incumbent yang masih memegang kekuasaan infrastruktur politik. Kemudian Mas Yoyok perlu melakukan koalisi yang cukup kuat, karena PDIP sangat kuat ya. Yang harus dilihat adalah koalisi nasionalis agamis, PDIP dengan partai agamis, dan Demokrat juga melakukan yang sama,” ujarnya.
















