Dalam kesempatan itu, Mbak Ita juga mengingatkan agar pembagian daging kurban nantinya meminimalisir penggunaan plastik.
“Meminimalisir penggunaan plastik ini harus disosialisasikan saat pembagian daging. Makanya kalau bisa, pembagian daging nantinya pakainya daun. Jangan pakai plastik. Kan bisa pakai daun jati, daun pisang, atau besek bisa,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DMI Kota Semarang, Achmad Fuad mengapresiasi langkah Pemkot Semarang membagi kurban merata kepada masyarakat di berbagai penjuru wilayah.
“Tahun kemarin kan disembelih sendiri di Balai Kota dan dibagikan ke masyarakat sekitar sini. Sekarang kan dibagi ke wilayah-wilayah yang masyarakatnya kurang mampu,” kata Fuad.
Ditambahkan, masjid dan musala yang dipilih adalah memang tempat ibadah yang sama sekali atau kurang mendapat hewan kurban. Dengan demikian, pembagian daging kurban bisa lebih merata menyentuh masyarakat kutang mampu.
“Ada masjid, musala, hingga pondok pesantren yang mendapatkan. Dipilih tempat-tempat yang memang wilayahnya banyak warga kurang mampu. Namun tidak semuanya yang mendapat lewat DMI, ada juga musala atau masjid yang mengajukan ke Pemkot Semarang untuk bantuan. Itu semua diakomodir,” pungkas dia. []












