Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSWN Semarang, Mbak Ita: Harus Selesai Tepat Waktu

oleh
pembangunan gedung pelayanan kanker RSWN
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pimpin groundbreaking gedung pelayanan kanker RSWN. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus.  Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memimpin groundbreaking pembangunan gedung pelayanan kanker terpadu di RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN), Sabtu (15/6). Mbak Ita, sapaan wali kota, tekankan pembangunan gedung harus bisa selesai tepat waktu.

Mbak Ita menuturkan, saat ini ada kecenderungan lonjakan kasus penderita kanker, termasuk di Kota Semarang. Untuk itu diperlukan fasilitas-fasilitas baru di RSWN untuk menangani kanker, mengingat saat ini pelayanan hanya terpusat di RSUP Kariadi.

Sehingga pembangunan gedung pelayanan kanker terpadu di RSWN diharapkan mampu memberikan akses pelayanan yang mudah dan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bagi Mbak, ini adalah salah satu upaya Pemkot Semarang dalam melayani masyarakat.

“Tentu kita tahu saat ini banyak lonjakan pasien kanker yang ada, termasuk di Kota Semarang. Sehingga diperlukan unit layanan khusus, karena saat ini hanya ada di RS Kariadi. Ini adalah upaya bagaimana kita melayani juga masyarakat kita,” ujarnya.

Dikatakan, gedung pelayanan kanker terpadu yang sedang dibangun tersebut nanti akan melayani pasien kanker dengan sistem one stop service. Di gedung itu juga terdapat fasilitas-fasilitas seperti radiologi dan onkologi.

“Tadi juga ada alat-alat pertama di Jateng, dan tentu ini kolaborasi. Kalau di RS Kariadi sudah ada alat-alat tertentu, nanti pasien yang membutuhkan untuk proses penyembuhan atau treatment ada di alat baru, bisa langsung ke sini,” bebernya.

Lebih lanjut, Mbak Ita mendorong kepada rumah sakit di Kota Semarang agar memiliki pelayanan yang bisa mendukung pasien kanker. Pihaknya memastikan bakal me-support upaya-upaya atau proses pembangunan infrastruktur yang diperlukan.

“Ada beberapa yang diperlukan, termasuk dampak penggunaan alat dan risiko adanya radiasi, sehingga di sini paling krusial terkait adanya pembangunan banker. Agak lama berproses, karena harus ada izin tertentu untuk pendirian pelayanan unit kanker. Makanya masih banyak rumah sakit yang belum ada, karena memang proses tahapan sangat membutuhkan waktu dan kelengkapan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSWN, Eko Krisnarto menambahkan gedung pelayanan kanker terpadu memiliki empat lantai dan dibangun dua tahap. Tahap pertama akan selesai pada bulan Desember 2024.

Pembangunan gedung dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 28.294.255.302,40 dan manajemen konstruksi senilai Rp 1.694.951.130,00. Layanan-layanan nanti ada radioterapi, mengingat penyakit kanker tidak hanya diobati dengan kemoterapi.

“Nanti juga ada rawat inap. Jadi pasien-pasien tidak harus ke RS Kariadi lagi, bisa one stop service,” paparnya.