Warga Dadapsari dan Krapyak Puji Pemkot Semarang yang Responsif Tangani Banjir

oleh
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengecek aduan tentang banjir di Semarang Barat, belum lama ini. (Foto: Dok)

Semarang – INFOPlus. Warga Dadapsari, Semarang Barat dan Krapyak, Semarang Barat puji kinerja Pemkot Semarang di penanganan banjir. Atensi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membuat dua wilayah itu tak lagi kebanjiran.

Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, juga dinilai gercep menanggapi aduan masyarakat soal banjir. Bahkan laporan via media sosial juga langsung ditindaklanjuti dinas terkait berdasar instruksinya.

Misalnya aduan terkait saluran air yang selama ini terhambat sampah, ternyata dapat ditangani dengan cepat. Penebalan sedimentasi juga dikeruk sehingga luberan air yang biasanya menggenangi permukiman warga nyaris tidak terjadi lagi.

Seperti yang disampaikan Muchamad Farhan (24), RT 7 RW 4, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara. Farhan mengapresiasi Mbak Ita yang memprioritaskan penanganan banjir saat memimpin Kota Semarang. Menurutnya, lingkungan di sekitar kampungnya tidak ada lagi keluhan soal genangan air.

Farhan mencatat, banjir melanda tempat dia tinggal pada setahun yang lalu. Penanganan banjir oleh Pemkot Semarang membuat masyarakat setempat dapat beraktivitas normal.

“Karena dulu, sekitar setahun lalu, kalau banjir pasti air sampai masuk ke rumah lewat saluran selokan,” katanya, Kamis (22/2).

Belum lagi, ketika banjir melanda akan berdampak pada lingkungan menjadi kotor hingga menyebabkan aroma tak sedap akibat sampah yang berserakan.

“Sehingga rumah jadi bau dan was-was terkena penyakit akibat air tersebut. Tapi sekarang sudah tertangani, sehingga kami bisa beraktivitas seperti biasa,” beber Farhan.

Apresiasi serupa juga datang dari warga Krapyak, Semarang Barat. Anik (28) warga RW 4 Kelurahan Krapyak, mengaku saat ini tak risau dengan masalah banjir.

“Tidak pernah banjir karena saluran lebar dan lancar, dan warga melakukan kerja bakti rutin,” ujar dia seraya menyebut kesadaran masyarakat mencegah banjir juga mulai meningkat.

Perhatian masyarakat dalam pencegahan banjir tersebut juga tak lepas dari pesan dan imbauan atau komunikasi antara Mbak Ita dengan masyarakat terjalin dengan baik.

Menurut Anik, penanganan banjir tidak hanya dilakukan dan menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi juga harus jadi perhatian masyarakat.

“Tempat pembuangan sampah juga tersedia banyak, jadi memang jarang banjir karena tidak ada saluran air yang tersumbat,” sebutnya.

Sebelumnya, respons cepat Mbak Ita dalam penanganan aduan banjir diakui jajaran teknis Pemkot Semarang menjadi motivasi tersendiri. Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Mochamad Hisam Ashari.