Semarang – INFOPlus. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng menggandeng Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang di sosialisasi anti narkoba. Sosialisasi ini menyasar kawula muda, khususnya para mahasiswa Unissula.
Dalam rangka Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), BNN Provinsi Jateng bekerja sama dengan Unissula Semarang menggelar kuliah umum anti narkoba, Selasa (11/6). Berlokasi di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unissula, Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Agus Rohmat hadir sebagai narasumber.
Dalam kuliah umum tersebut, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unissula, Muhammad Qomarrudin. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Unissula sebagai generasi Khaira Ummah, berarti generasi yang mendekati perilaku ma’ruf, harus bisa mencegah perbuatan munkar dan beriman kepada Allah.
“Di Islam itu sangat jelas bahwa sesuatu yang memabukkan, sesuatu yang melenakan atau yang memberikan mudharat pada diri kita dilarang atau haram. Mabuk untuk selalu
berprestasi boleh, tapi jangan mabuk untuk barang yang haram.” ujar Qomarrudin.
Acara kuliah umum diawali dengan Deklarasi Kampus Bersinar yang dipimpin salah satu perwakilan mahasiswa dan ditirukan oleh seluruh peserta kuliah umum.
Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Agus Rohmat memberikan materi kuliah umum berjudul Masyarakat Bergerak Bersama Melawan Narkoba. Ia menyebut Presiden Joko Widodo menyatakan jika Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba.
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang mengancam dunia dan dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.
“Untuk itu saya berharap ada peran serta kampus dan mahasiswa dalam mewujudkan kampus Bersinar. Yang pertama, silakan dalam kampus ini dibentuk relawan atau UKM atau satgas anti narkoba sebagai duta-duta anti Narkoba, bisa dibuat per fakultas,” ujar dia.
“Yang kedua penyebarluasan informasi P4GN di lingkungan kampus dan pengabdian masyarakat saat KKN mahasiswa. Kemudian program rehabilitasi Intervensi Berbasis Mahasiswa (IBM) dan deteksi dini melalui tes urine kepada civitas kampus,” sambung jenderal bintang satu asal Demak ini.
Brigjen Agus Rohmat juga mengajak seluruh peserta dan mahasiswa untuk berani menolak narkoba, mengajak rehabilitasi bagi pecandu narkoba, dan melaporkan setiap tindak pidana. Kuliah umum diakhiri dengan tanya jawab dengan para mahasiswa. []












