Di sana, lanjut Wing, ada pembekalan dari para nara sumber yang juga merupakan dewan juri sekaligus menilai selama lima hari karantina.
Materinya, mulai dari kepariwisataan, bahasa Inggris, kepribadian, psikologi, kemudian publik speaking, serta bagaimana mengelola media sosial, termasuk ilmu keprotokolan dan ilmu secara umum.
“Alhamdulillah luar biasa wawasan, pengetahuan, semangat, dan motivasi kecintaan mereka tentang Kota Semarang. Ini yang jadi satu apresiasi bahwa anak-anak ini punya suatu kebanggaan dengan Ibu Kota Jawa Tengah ini,” paparnya.
“Ini yang memang menjadi satu parameter untuk dewan juri menentukan para pemenangnya. Luar biasa bahkan skornya selisih tipis semua, hingga membuat dewan juri cukup lama menentukan juaranya,” pungkas Wing. []












