Semarang – INFOPlus. Nahas menimpa dua nelayan asal Kabupaten Demak. Keduanya, bapak dan anak, hilang saat melaut sejak empat hari lalu dan hingga kini masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.
Dua orang nelayan, Tumono (46) dan Alvin (17), warga Berahan Wetan, Demak dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Wedung, Demak. Keduanya yang punya hubungan darah sebagai bapak dan anak tersebut diketahui pergi melaut pada Jumat (10/5) malam sekira pukul 22.00 WIB.
Biasanya, mereka pergi mencari ikan tak sampai satu hari atau 24 jam. Hanya saja hingga Sabtu (11/5) sore tak kunjung pulang. Sehingga keluarga dan tetangga melapor ke pihak terkait untuk minta bantuan pencarian.
“Benar ada laporan yang masuk ke kami Senin (13/5) bahwa ada nelayan bernama Tumono bersama anaknya, Alvin melaut pada Jumat malam kemarin. Hanya saja, hingga kini mereka belum juga kembali sehingga kami lakukan pencarian,” tutur Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Budiono lewat siaran pers, Selasa (14/5).
Di hari yang sama dengan saat laporan kehilangan masuk, Basarnas langsung menerjunkan tim pencari. Langkah awal melakukan penyisiran di sekitar perairan Wedung Demak, lokasi di mana dua survivor biasa mencari ikan,
Operasi pencarian tim SAR dari Basarnas menggunakan rigid inflatable boat (RIB). Bersama tim SAR gabungan dan nelayan, usaha pencarian sampai sore belum membuahkan hasil. Tim SAR tidak menemukan tanda-tanda yang bisa menjadi petunjuk atau menguatkan keberadaan keduanya.
“Karena tidak ada tanda-tanda yang menguatkan membuat tim SAR sempat kesulitan dalam menentukan titik pencarian,” ujar dia.
Di tengah kebingungan pencarian, keberadaan bapak dan anak akhirnya mendapat titik terang pada petang hari. Tim SAR mendapat laporan dari nelayan yang menginformasikan penemuan sebuah perahu tanpa awak. Perahu tersebut mempunyai ciri-ciri yang sama dengan perahu yang ditumpangi Tumono dan Alvin. Hanya saja posisi perahu jauh dari tempat biasa keduanya mencari ikan.
“Sekitar pukul 18.30 WIB ditemukan perahu survivor di perairan utara Kendal, tepatnya di Korowelang. Ada jaring berisi ikan, namun keduanya tidak ada di perahu tersebut. Saat ini perahu itu sudah ditarik dan disandarkan oleh nelayan setempat,” ujar Budiono.
Pencarian dilanjutkan pada hari Selasa ini dengan metode penyisiran mulai dari titik biasanya dua korban melaut hingga titik ditemukannya perahu. Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi hasil pencarian. []
















