Golkar Bentuk Koalisi 5 Partai Hadapi Pilbup Tegal 2024

oleh
Pergerakan politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tegal, Partai Golongan Karya (Golkar)
DPD Golkar Kabupaten Tegal resmi menjalin koalisi dengan PAN, Gerindra, PKS dan PPP untuk Pilkada 2024. (Foto: Al)

Tegal – INFOPlus. Pergerakan politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tegal makin dinamis. Partai Golongan Karya (Golkar) resmi berkoalisi dengan empat partai politik (parpol).

Golkar Kabupaten Tegal memutuskan menjalin kerja sama dengan Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Koalisi 5 parpol ini punya tujuan yang baik yakni untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal, Agus Solichin, Senin (13/5).

INFO lain :  Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Sabtu 19 Agustus 2023

Koalisi itu ditandai dengan memorandum of understanding (MoU) di Kantor DPD Partai Golkar di Jalan A Yani, Slawi. Total kursi lima partai itu mencapai 23 kursi.

Jumlah kursi minimal untuk mengajukan calon adalah 20 persen dari total kursi DPRD Kabupaten Tegal. Atau setara 10 kursi dari total 50 kursi.

Dikatakan, koalisi tidak berhenti pada lima partai. Pihaknya masih terus menjajaki komunikasi dengan parpol lain, seperti PKB dan PDI Perjuangan.

INFO lain :  Ade Bhakti Siap Nyalon Wawali di Pilwakot Semarang: Tak Perlu Izin Atasan

“Kami juga terbuka ruang menyepakati satu nama saja untuk calon Bupati atau Wakil Bupati Tegal. Kita akan lihat kapabilitas yang kami sepakati itu untuk bupati atau wakil Bupati,” katanya.

Agus menyebut calon bupati harus memenuhi tiga kriteria, yaitu kapabilitas, akseptabilitas dan elektabilitas. Jika satu nama itu sudah disepakati, lanjut dia, koalisi ini akan berkomunikasi dengan PKB dan PDI Perjuangan.

INFO lain :  Mendag Zulkifli Hasan Cek Harga Kebutuhan Pokok di Semarang

“Misalkan, jika PKB meminta G1, maka kita akan ajukan G2, atau sebaliknya. Termasuk, di PDI Perjuangan juga sama dibicarakan dengan baik-baik,” tuturnya.

Ditambahkan, koalisi daerah memang berbeda dengan Pilpres 2024. Di sisi lain, meski keputusan siapa yang diusung tetap ada di tangan DPP, ia yakin langkahnya akan dipahami. (Al/Mw)