Atasi Masalah Sampah di Semarang, Mbak Ita: Perlu Penanganan dari Hulu

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut penanganan sampah harus dilakukan secara cepat dan tepat dari hulu dengan melibatkan masyarakat. (Foto: Dok)
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut penanganan sampah harus dilakukan secara cepat dan tepat dari hulu dengan melibatkan masyarakat. (Foto: Dok)

Semarang – INFOPlus. Produksi sampah di Kota Semarang mencapai 1.000 ton per hari. Sebagian besar sampah-sampah tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan hanya sedikit yang dikelola masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan sampah dan potensi TPA overload, Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang bersama Pemkot Semarang menggelar Forum Grup Discussion membahas Pengelolaan Sampah di Kota Semarang, Senin (22/4).

Dalam diskusi tersebut, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta kepada semua pihak untuk serius dan ikut terlibat menangani permasalahan sampah di wilayahnya. Sampah dinilainya sudah menjadi permasalahan dunia, tidak hanya di Indonesia atau di Kota Semarang saja. Karenanya, sampah seharusnya ditangani secara cepat dan tepat dari hulu.

INFO lain :  Pemkot Semarang Gelar Pelatihan Penanganan dan Perawatan Paliatif Penderita Kanker

Mbak Ita, sapaannya, menjelaskan, di Kota Semarang, pihaknya menerapkan upaya pilah pilih sampah dengan harapan menjadi salah satu solusi dan cara bagaimana Pemkot Semarang meminimlisir produksi sampah di TPA.

Selain itu, daur ulang sampah akan digencarkan sehingga volume sampah yang berakhir di TPA bisa berkurang. Namun hal itu butuh peran dan kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat.

“Ada pilah pilih sampah kemudian pemanfaatan sampah mungkin jadi eco enzyme atau menjadi paving untuk limbah plastik dan sebagainya. Ini sebagai upaya kami untuk mengurangi sampah yang dibuang di TPA,” ujar dia.

INFO lain :  KAPOLRESTABES Semarang Irwan Anwar Buka Suara Usai Diperiksa Sebagai Saksi Korupsi KEMENTAN

Peran masyarakat, termasuk masukan dari DP2K sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam hal berinovasi. Saran-saran dan nasihat sangat dibutuhkan untuk membantu Kota Semarang semakin baik dalam menangani sampah dengan berbagai aspek.

“Kami terima kasih kepada DP2K melakukan inisiasi FGD penanganan sampah ini, yang tentu ini sebagai upaya prefentif untuk mencegah agar TPA tak cepat penuh atau numpuk. Tentu harus ada penanganan-penanganan mulai dari hulu,” katanya.

Lebih lanjut, selain menimbulkan bau tak sedap dengan adanya penumpukan di TPA, perilaku pengelolaan sampah yang salah selama ini juga menjadi pemicu terjadinya genangan atau banjir di Kota Semarang.

Sampah yang dibuang ke sungai, sangat mengganggu kinerja pompa pengendali banjir. Atau setidaknya menyebabkan sumbatan dan pendangkalan di aliran sungai. Ke depan, Mbak Ita berkomitmen gencar melakukan sosialisasi dan upaya-upaya lainnya terkait permasalahan sampah.

INFO lain :  Miris...Jasad Sepasang Bayi kembar Tersangkut di Pintu Rumah Pompa

“Sampah ini tidak hanya menjadi problem polusi atau tempat kotor saja, tetapi menjadi penyebab genangan atau banjir. Sehingga dengan adanya FGD bisa dicari solusi untuk penanganan sampah. Selaian menunggu realisasi pembangunan sampah energi listrik (PSEL) melalui sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), karena ini proses panjang tidak bisa itungan bulan tapi tahun, diperlukan juga penanganan hulu dan hilir ini,” paparnya.