Main di Pinggir Sungai, Bocah 6 Tahun di Sukoharjo Tewas Tenggelam

oleh
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah bocah tenggelam di Sungai Pusur, Tegalrejo, Sukoharjo. (Foto: Basarnas Semarang)

Sukoharjo – INFOPlus. Al Kaysu Umi Hasimah (6), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (7/3). Korban tewas tenggelam saat bermain di pinggir sungai bersama kakak dan temannya.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono mengungkapkan kejadian nahas itu bermula dari kedatangan tiga bocah, menggunakan sepeda, ke pinggir Sungai Pusur, Desa Tegalrejo, Sukoharjo, Rabu (6/3) sekira pukul 12.30 WIB.

Masing-masing adalah Muhammad Affan (8), Al Kaysu Umi Hasimah yang juga merupakan adik dari M. Affan, serta Muhammad Rifqi (5). Semuanya warga Desa Tegalrejo, Sukoharjo.

INFO lain :  Pemkot Semarang Raih Predikat Terbaik Pengelolaan DBHCHT se-Jateng

Tanpa disadari, saat sedang asyik bermain, salah satu dari mereka sudah terlalu ke pinggir sungai. Korban diduga terpeleset sehingga terjatuh dan hanyut tenggelam.

“Saat kejadian ketiga bocah tersebut baru saja melaksanakan salat zuhur,” ujar dia lewat keterangan tertulis.

“Kakak korban, yakni Affan sempat terjun ke sungai untuk menolong namun ternyata dia tidak bisa berenang dan hampir tenggelam. Beruntung dia langsung berpegangan pada bambu yang ada di pinggir sungai hingga warga berhasil menyelamatkannya” sambung Budiono

Warga yang mendapatkan laporan kejadian tersebut dari Rifqi, langsung melakukan pencarian dan juga menghubungi tim SAR Basarnas Pos SAR Surakarta. Bersama tim SAR gabungan kemudian digelar operasi pencarian.

INFO lain :  2 Anak Semarang Hanyut di Sungai, Mbak Ita: Masyarakat Turut Awasi Anak-anak

Pencarian dilakukan dengan penyisiran manual kurang lebih 500 meter dan juga penyisiran menggunakan perahu karet sejauh 1 Km. Namun, hingga menjelang malam, usaha tim SAR belum membuahkan hasil.

Sungai yang cukup dalam, sekira 5 meter dan juga hujan menjadi hambatan tim dalam melakukan pencarian. Karena kurang efektif, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokannya atau hari Kamis ini.

Pencarian lanjutan tim SAR gabungan bersama warga setempat akhirnya berhasil. Korban ditemukan tadi pagi, sekira pukul 07.00 WIB, dalam kondisi mengapung.

INFO lain :  Pemkot Semarang Target Zero Stunting di 2024

“Ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Ada yang melihat sesuatu mengapung di sungai dan setelah dicek ternyata survivor yang lagi dicari tim” ujarnya.

Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian awal tenggelam, kurang lebih 200 meter. Sungai yang banyak terdapat pohon bambu tersebut membuat tubuh survivor tidak terlalu jauh hanyutnya.

“Setelah dievakuasi korban langsung dibawa ke rumah duka. Terima kasih tim SAR gabungan atas usahanya sehingga survivor cepat ditemukan,” pungkas Budiono. (Ags/Mw)