Tangis Haru Bu Sumarni saat Rumahnya Direhab Pemkot Semarang dan Pramuka

oleh
Ibu Sumarni (70), warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur menangis saat Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan hasil program rehab rumah Pemkot Semarang dan Kwarcab Pramuka Kota Semarang. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Ibu Sumarni (70), warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur tak kuasa menahan tangis saat menerima hasil program rehab rumah dari Pemkot Semarang dan Pramuka.

Rumah Bu Sumarni berada di Jalan Tirtoyoso VII No 26 RT 04 RW 12 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur. Ia menerima hasil program rehab rumah yang diserahkan langsung Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu (27/9).

“Saya berterima kasih sekali kepada Pemkot Semarang dan Pramuka, khususnya Ibu Wali Kota atas pembangunan rumah saya ini,” bisik Sumarni sembari menahan haru saat ditemui Mbak Ita di kamar tidurnya.

Wanita tua yang kini terbaring sakit itu memang tak kuasa menahan keharuan mengingat selama ini ia dan keluarga tinggal di rumah sempit ala kadarnya. Rumahnya berdiri di atas lahan seluas sekitar 20 meter persegi.

INFO lain :  Ratusan Napi Lapas Kedungpane Semarang Isolasi Mandiri

Rumah Sumarni ditinggali bersama anak dan kerabatnya sebanyak tujuh orang. Di usia senjanya, Sumarni hanya bisa terbaring di tempat tidur karena kesehatan tubuh yang tak memungkinkan untuk berdiri, apalagi beraktivitas normal.

Pemkot Semarang dan Kwarcab Pramuka Kota Semarang membangun rumah Ibu Sumarni dengan konstruksi dua lantai, agar bisa ditempati dengan layak oleh tujuh orang yang selama ini meninggali rumah tersebut.

Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, rehab rumah Ibu Sumarni ini merupakan program bergerak bersama Pemkot Semarang. Selain Pramuka, pihaknya juga dibantu Anggota DPR RI Mochamad Herviano dan Wakil Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Michael, dalam program perbaikan rumah warga tak mampu tersebut.

INFO lain :  Hasil Autopsi Brigadir Setyo Herlambang Ada Luka Tembak di Dada Menembus Jantung dan Paru

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, seperti Mas Vino (Anggota DPR RI Mochamad Herviano), Mas Michael (Wakil Ketua DPC PDIP Kota Semarang), Pak Adi (Adi Tri Hananto, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Semarang), dan pihak-pihak lain yang membantu,” kata Mbak Ita, sapaannya.

“Kami juga berharap semua pihak berkolaborasi, pihak kecamatan bisa mendata warga yang membutuhkan, khususnya soal kesehatan dan rumah tak layak huni. Dari pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan anggaran, untuk membantu warga yang masuk data kemiskinan ekstream. Untuk kesehatan Ibu Sumarni, nanti juga akan dibantu pihak Puskesmas Halmahera maupun rumah sakit Pantiwiloso,” sambung dia.

INFO lain :  Mucikari "Penjual" Selegram TE Dituntut Jaksa 10 Bulan Penjara

Saat ini, pemerintah juga terus berupaya menekan angka stunting dan kemiskinan ekstream di Kota Semarang. Pemkot Semarang juga berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk rumah sakit dan organisasi kemasyarakatan.

“Alhamdulillah tahun ini ada penurunan angka ancaman stunting, yang di Kota Semarang pada akhir tahun 2022 lalu mencapai 3.600an kasus. Saat ini tinggal sekitar 1.022 kasus ancaman stunting. Kami harapkan Pramuka juga bisa menyisir jika ada kasus kemiskinan ekstream atau ancaman stunting yang mungkin kelewatan oleh pendataan pemerintah,” paparnya.