Di Bawah Kepemimpinan Mbak Ita, Indeks Kota Toleran Semarang Membaik

oleh
Direktur Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Elfrida Herawati Siregar menyerahkan sertifikat penghargaan indeks kota toleran (IKT) 2023 kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono di Jakarta, Selasa (30/1). (Foto: Dok)

Ekosistem toleransi baru telah terbentuk dengan pendirian kampung moderasi beragama di dua kelurahan dan pemberdayaan Pancasila yang berkolaborasi dengan kelompok masyarakat sipil. Salah satunya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Terutama kami dibantu oleh teman-teman dari FKUB, dan semua komponen masyarakat untuk berupaya menjadi kota yang inklusif. Ini juga meningkatkan kami dalam mendorong kerukunan di antara warga Kota Semarang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani mengatakan, indeks kota toleran adalah satu studi pengukuran terhadap kinerja 94 kota di Indonesia.

INFO lain :  Ketidakseriusan Atasi Polusi Udara Jakarta?

“Yang dinilai bukan kinerja wali kota saja, memang kinerja wali kota menentukan, tetapi kinerja masyarakat, kinerja tokoh-tokoh ulama, agama, sosial, elemen masyarakat sipil dan seterusnya,” ujarnya.

INFO lain :  Wisuda UIN Walisongo bikin haru, orang tua gantikan mendiang anak naik ke podium

Berikut 10 kota yang masuk dalam Indeks Kota Toleran 2023 menurut Setara Institute:

1. Kota Singkawang menyabet skor 6,500,

2. Kota Bekasi meraih skor 6,460,

3. Kota Salatiga mendapatkan skor 6,450,

INFO lain :  Bharada Eliezer Menangis Usai Dituntut 12 Tahun Penjara

4. Kota Manado dengan skor 6,400

5. Kota Semarang meraih skor 6,230,

6. Kota Magelang mendapat 6,220,

7. Kota Kediri dengan skor 6,073,

8. Kota Sukabumi meraih skor 5,997,

9. Kota Kupang mendapatkan skor 5,953,

10. Kota Surakarta dengan skor 5,800.

(Ags/Mw)