Semarang – INFOPlus. Berdasarkan laporan terbaru Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal tahun 2023, kecamatan Weleri mencatatkan jumlah kasus narkoba tertinggi, dengan 9 kasus. Kecamatan Kota Kendal dan Kecamatan Ringinarum menyusul dengan 7 dan 6 kasus secara berturut-turut.
Kepala BNN Kendal, Anna Setiyawati, menjelaskan bahwa tingginya jumlah kasus di Weleri disebabkan oleh lokasinya yang berbatasan dengan daerah Batang.
“Salah satu pengungkapan terkini dilakukan di Desa Pucuksari Weleri, dengan menemukan sabu seberat 0,57 gram,” ungkapnya
Anna Setiyawati mengupayakan strategi pencegahan dan pemberantasan narkotika ditingkat desa bersama BNN Kendal selama 2023 dengan pembentukan 4 desa bersinar, diantaranya Desa Tosari Brangsong, Penyangkringan Weleri, Peron, dan Margosari kecamatan Limbangan.
Selain itu, BNN Kendal melaksanakan inovasi dengan melibatkan 8 kelurahan dan 24 desa dalam Program P4GN. Dalam sektor pendidikan, telah terbentuk 12 sekolah bersinar dan 5 pondok pesantren bersinar.
Anna Setiyawati menyoroti keberhasilan layanan rehabilitasi melalui Klinik Pratama Bina Waras BNN Kendal, yang menangani 13 klien rawat jalan.
“Dari jumlah tersebut, 2 orang melakukan rehabilitasi secara sukarela, 5 orang dari program restorasi justice, dan 6 orang dari rujukan. Selain itu, 8 klien IBM juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan lanjutan,” imbuhnya.
Anna menekankan bahwa keberhasilan dalam penanggulangan narkotika tidak tercapai tanpa sinergi dan kolaborasi yang baik antara BNN Kendal dan seluruh stakeholder, termasuk kerjasama dengan kabupaten Grobogan dan Demak sebagai wilayah zonasi.
Ia memberikan apresiasi atas peran aktif seluruh mitra dalam upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan narkotika. (Mh/Mw)












