DLH Kota Semarang Beri Penghargaan 31 Kampung Proklim, RW 3 Pedalangan Masuk Kategori Lestari

oleh
Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan penghargaan kepada wilayah yang berhasil menembus penghargaan kampung Proklim. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang beri penghargaan kepada 31 kampung yang berhasil terapkan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan lingkungan. Salah satunya RW 3 Pedalangan yang dinobatkan sebagai kampung Proklim kategori Lestari tingkat nasional.

Penghargaan Proklim tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Room Inc Hotel, Senin (11/12).

Mbak Ita, sapaan akrab wali kota, sangat mengapresiasi warga dan pemangku wilayah, baik tingkat RW maupun kelurahan, yang sudah menjaga keasrian lingkungan dengan baik.

“Ini tentunya bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya yang belum mendapatkan penghargaaan. Ini juga sebenarnya dalam upaya untuk pencegahan dini (bencana), seperti banjir. Apalagi ini masuk musim penghujan,” katanya.

INFO lain :  Pencabulan di Gubug Grobogan, Korban Diperkosa di Kamarnya

Mbak Ita berharap keberadaan kampung Proklim di Kota Semarang kedepan dapat terus bertambah.

“Harapannya terus bertambah, bisa menjaga wilayah dengan baik dan tentunya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Bambang Suranggono menambahkan Proklim atau Program Kampung Iklim digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tujuannya mendorong kepedulian masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Ada tiga kategori penilaian di Proklim, yakni Madya, Utama dan level tertinggi Lestari. Kota Semarang mengikutkan 97 wilayah di Proklim. Dari jumlah itu, sebanyak 31 kampung masuk dalam penilaian tiga kategori Proklim.

INFO lain :  Rest Area Perlu Perhatian Serius

“Penghargaan pertama diraih oleh RW 3 Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, yaitu kategori Lestari tingkat nasional. Kebetulan RW 3 Pedalangan ini sudah menjadi pembina dari kampung Proklim yang lain,” katanya.

Selanjutnya, Kelurahan Tanjung Mas berhasil mendapatkan penilaian yang baik dari Pusat sehingga meraih penghargaan di kategori Utama.

“Jadi Tanjung Mas ini setelah mereka Proklim untuk tingkat Madya, berdasarkan penilaian dari pusat mendapatkan tingkat Utama,” ungkapnya.

INFO lain :  Pasangan Kekasih Pembuang Bayi di Semarang Diamankan

Sementara untuk 29 kampung lainnya mendapat penghargaan kampung Proklim di kategori Madya.

“Di Kota Semarang 97 kampung Proklim. Jadi yang kemarin berhasil lolos ke peringkat Madya, Utama, dan Lestari ada 31 wilayah,” Jelasnya.

Bambang berharap pada tahun 2024 di setiap kelurahan di Kota Semarang, minimal ada satu wilayah yang berbasis kampung Proklim. Kampung Proklim paling rendah di tingkat RW dan paling tinggi di tingkat kelurahan.

“Sehingga, mengikuti program nasional, harapannya sudah 22 ribu kampung Proklim se-Indonesia,” tambahnya. (Ags/Mw)