Semarang – INFOPlus. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana turut membantu penanganan banjir di Kota Semarang. Selain normalisasi sungai, BBWS juga siapkan 13 mobile pump.
Kepala BBWS Pemali Juana Harya Muldianto mengungkapkan Kota Semarang menjadi salah satu konsen pihaknya di awal musim penghujan saat ini. Meski BMKG menyampaikan masih ada dampak dari El Nino, namun BBWS tetap menyiapkan langkah antisipasi.
Terlebih beberapa waktu terakhir, Kota Semarang sudah diguyur hujan dengan curah hujan cukup tinggi yang memicu terjadinya genangan di beberapa titik.
“Nah ini jadi konsen kami agar bisa tangani genangan-genangan tersebut, baik itu akibat hujan maupun yang datang dari laut atau rob, agar bisa diminimalkan,” tuturnya di sela peluncuran maskot Gatotkaca bernama Kangmas Pena di kantornya di Semarang, Senin (11/12).
Antisipasi banjir di antaranya dengan memaksimalkan kerja pompa yang ada rumah pompa Kali Tenggang dan Sringin. Diakui, pompa di dua rumah pompa tersebut saat ini belum bisa mengatasi debit air banjir.
“Saat ini Kota Semarang sisi timur, terus terang kemampuan pompa yang ada masih belum bisa mampu mencukupi debit banjir, masih sekitar 50%-nya,” ucapnya.
Menyikapi hal tersebut, BBWS telah menyiagakan pompa tambahan sebanyak 13 unit mobile pump. Selain di rumah pompa Tenggang dan Sringin, pompa mobile tersebut juga disiagakan di underpass Politeknik PU, kawasan Kaligawe hingga Terminal Terboyo.
Langkah antisipasi lainnya adalah dengan tetap melakukan pengerukan sedimentasi di dua sungai besar Semarang, yakni Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat. Juga berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk pembersihan sungai dari sampah maupun tanaman air.
“Ke depan kami juga ada kegiatan yang kaitannya dengan pengembangan infratruktur, yakni melakukan normalisasi sistem drainase utama, baik itu di Kota Semarang bagian tengah maupun timur,” ujarnya.
Khusus penanganan banjir di Perum Dinas Indah, Meteseh, Kecamatan Tembalang, Harya menyebut bersama dengan Pemkot Semarang telah membuat tanggul sementara guna mengantisipasi luapan Sungai Babon.
“Untuk penanganan permanen kami sedang usulkan ke Jakarta,” kata dia.
Ditambahkan, selain di Kota Semarang, cakupan kerja BBWS Pemali Juana juga menjangkau Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, Kudus, Pati dan Rembang. Tantangan yang sama, yakni banjir, juga dihadapi BBWS di musim hujan saat ini.
“Kami akan lakukan normalisasi sungai supaya aliran air dari hulu ke hilir bisa lebih baik. Daerah-daerah itu memang masih punya potensi genangan, itu yang menjadi konsen kami,” imbuh Harya. (Ags/Mw)















