“Hal ini karena Semargres terlaksana pada akhir tahun, sehingga temen-temen asosiasi maupun perhotelan sudah punya program sendiri sehingga tidak bisa all out,” sebut Ade.
“Kedua, karena saat ini kita ada di periode di mana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang sedang mengejar target pendapatan, sehingga diskon pajak yang diberikan tidak sebesar tahun lalu. Banyak hotel restoran yang tidak bisa memberikan diskon besar juga ke pelanggan,” beber dia.
Untuk sektor usaha yang meraup transaksi paling banyak masih didominasi hotel dan restoran.
“Tahun lalu justru yang paling besar dari pasar tradisional. Namun tahun ini tidak sebesar sebelumnya. Secara makro memang perekonomian sedang lesu, terutama berdampak pada pengusaha,” imbuhnya. (Ags/ir)















