Semarang Berbagi di Mijen, Mbak Ita: Bisa Ringankan Beban Masyarakat

oleh
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri kegiatan Semarang Berbagi di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri kegiatan Semarang Berbagi di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Sabtu (18/11). Lewat kegiatan itu, Mbak Ita, sapaan akrabnya, berharap bisa bantu masyarakat.

Menurut Mbak Ita, bantuan sosial yang diberikan Pemkot Semarang ini bisa membantu meringankan beban masyarakat di saat situasi ekonomi yang kurang baik. Apalagi saat ini harga beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan, seperti gula, beras, dan lainnya.

Bantuan ini, khususnya bagi warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem, masyarakat lansia, dan keluarga yang anaknya menderita stunting. Di sisi lain, program Semarang Berbagj juga menjadi salah satu wujud upaya pemberdayaan perempuan.

“Tadi memberikan bantuan masyarakat yang membutuhkan dan ada juga pameran kreasi dari ibu-ibu UMKM dan dari PKK maupun organisasi kewanitaaan lainnya. Ini bisa mendorong untuk upaya pemberdayaan perempuan, khususnya di Kelurahan Mijen, termasuk di daerah lain,” beber dia.

Lebih lanjut, Mbak Ita berpesan agar masyarakat juga ikut menjaga kedaulatan pangan. Menurutnya, Kelurahan Mijen adalah salah satu wilayah yang masih subur untuk tanaman padi dan sayur.

Karena itu, masyarakat diminta untuk melaksanakan urban farming atau melaksanakan kegiatan pertanian dengan memanfaatkan lahan sekitar permukiman. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi kelangkaan bahan pangan atau ada kenaikan harga bahan pangan.

“Tapi saya melihat di sini memang harus dimaksimalkan dengan program kedaulatan pangan. Karena di sini banyak sekali lahan persawahan yang subur, tidak sesuai dengan pembicaraan orang bahwa wilayah Kota Semarang kering. Nyatanya di Semarang masih ditemukan lahan subur dan ini mau usia panen, nanti kita pas panen juga akan hadir di sini,” terang dia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kota Semarang juga menuju daulat pangan, dengan komiditas pendukung atau penyokong agar tak terjadi inflasi. Program itu kita sudah siapkan, sehingga Kota Semarang bisa menjadi kota mandiri terhadap pangan,” sambungnya.

Ke depan, program Semarang Berbagi ini akan terus dilakukan dengan menargetkan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Semarang sudah rutin, beberapa kegiatan saya memang tidak bisa hadir. Kemarin di Pedurungan Tengah, dan akan terus menerus kami laksanakan. Karena ini memang ada anggaran kami Pemkot Semarang yang memang untuk bantuan sosial,” pungkas Mbak Ita. (Ags/Mw)