Pemkot dan PKK Semarang Bangun Karakter Anak Lewat Gebyar PAUD

oleh
Pemerintah Kota dan TP PKK Kota Semarang mendorong pembentukan karakter anak yang positif dengan menggelar Gebyar PAUD di Lapangan Pancasila, Simpanglima Semarang. (Foto: Humas Pemkot Semarang)

Semarang – INFOPlus. Pemerintah Kota dan TP PKK Kota Semarang mendorong pembentukan karakter anak yang positif dengan menggelar Gebyar PAUD di Lapangan Pancasila, Simpanglima Semarang, Kamis (2/11).

Gebyar PAUD ini diisi dengan berbagai lomba, antara lain lomba kreasi plastisin, lomba joged tembang lagu dolanan dan lomba cerita karakter baik.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni lomba hias plastisin, di mana dalam perlombaan anak-anak berkreasi membuat beraneka kreasi bertema isi piringku dan sekolah hijau. Anak-anak sangat antusias dan bangga menunjukkan hasil kreasinya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Alwin Basri; Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Men-PPPA), Samuel Wattimena meninjau satu persatu stand lomba Gebyar PAUD.

INFO lain :  Oknum PNS Disdukcapil Kota Semarang Palsukan Akta Kelahiran Warga untuk Daftar BPJS

Ketua TP PKK Kota Semarang, Alwin Basri menyebut kebiasaan anak-anak bermain gadget justru menimbulkan pengaruh negatif.

Untuk itu, melalui lomba Gebyar PAUD ini dirinya ingin anak-anak merasakan masa kanak-kanak bersama teman sebayanya sekaligus bisa membangun karakter anak.

“Sekarang anak-anak kan banyak yang main gadget, sehingga dengan adanya ini anak-anak bisa bercerita, bermain, menari, dan tahu lagu-lagu daerah,” jelasnya.

Seperti, lanjut Alwin, lomba kreasi plastisin bertema Isi Piringku dan Sekolah Hijau. Dengan lomba ini, anak-anak secara langsung akan mendapatkan edukasi tentang makanan yang bergizi dan mengenal lingkungan sekitar sekolahnya.

INFO lain :  Modus Pembobolan KPR Bank Mandiri Semarang. Palsu KTP, Markup Harga dan Libatkan Oknum Bank

“Lomba plastisin isi piringku untuk mengedukasi makan sehat. Sedari dini kami ingin mengajak anak-anak mengkonsumsi makanan bergizi. Dengan tema isi piringku, anak-anak tahu jika harus makan sayur, protein dan karbohidrat. Jangan makan junkfood terus. Tapi harus makanan sehat,” ujarnya.

Ditambahkan, kegiatan ini juga bagian dari edukasi pencegahan stunting. Di sisi lain, dengan tema sekolah hijau, dapat mengedukasi anak terkait urban farming guna menjaga ketahanan pangan.

Sedangkan, melalui lomba joged lagu dolanan, menurut Alwin, bisa mengedukasi anak mengenal kesenian Jawa dan permainan tradisional.

INFO lain :  Borobudur International Arts and Performance Festival akan Dimeriahkan Seniman dari Lima Negara

Sementara itu Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Men-PPPA), Samuel Wattimena mengaku lomba Gebyar PAUD ini sangat positif.

Baginya, anak-anak harus diberi wadah untuk mengekspresikan diri. Sembari dikenalkan dengan menu sehat Isi Piringku, anak-anak bisa mendapat edukasi langsung.

“Saya rasa ini sesuai dengan program Bu Wali Kota Semarang yang fokus pada sosialisasi makanan bergizi untuk mencegah stunting dengan Isi Piringku. Anak-anak juga sangat senang dan antusias. Ini yang harus kita dukung,” ungkapnya.