Hadapi Musim Hujan, KAI Daop 4 Laksanakan Pemeriksaan Lintas Gundih – Semarang Poncol

oleh
Hadapi musim hujan, petugas KAI Daop 4 Semarang lakukan pemeriksaan jalur lintas Gundih - Semarang Poncol. (Foto: Humas Daop 4 Semarang)

Semarang – INFOPlus. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang melakukan berbagai antisipasi menghadapi datangnya musim penghujan. Di antaranya melaksanakan pemeriksaan jalur Gundih – Semarang Poncol.

Pemeriksaan lintas di wilayah selatan Daop 4 Semarang ini dilakukan Rabu (1/11). Dimulai dari perbatasan wilayah pada Km 68+200 petak jalan Gundih – Goprak Kabupaten Grobogan hingga Stasiun Semarang poncol.

Pemeriksaan menggunakan kereta dresin dengan mengecek kondisi jalur rel KA sepanjang 70 kilometer. Juga memeriksa 10 stasiun yang dilewati, mulai dari Kabupaten Grobogan, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Demak hingga Kota Semarang.

Kepala Daop 4 Semarang KAI, Daniel Johannes mengungkapkan berdasar informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami awal musim hujan pada Oktober hingga Desember. Sedangkan puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2024.

INFO lain :  Pengendara Motor Masuk Kolong Mobil, Diduga Oleng! 1 Orang Tewas, 1 Lainnya Kritis

Menghadapi kondisi alam ini, pihaknya perlu menyiapkan segala sesuatu untuk meminimalisir gangguan yang bisa muncul saat musim penghujan.
Sekaligus mewujudkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api.

“Dan ini menjadi perhatian KAI, setelah ini akan ada musim hujan yang mengakibatkan peningkatan debit air yang harus diwaspadi. Kondisi tanah yang semula dari kering menjadi lumpur menjadi perhatian khusus dari Daop 4 Semarang untuk ditindaklanjuti,” kata Daniel lewat siaran tertulis Kamis (2/11).

INFO lain :  Pemkot Semarang Gelar Lomba Kelola Sampah Lampah Kita, Hadiah Ratusan Juta

Dikatakan, pemeriksaan jalur rel ini bertujuan melihat langsung kondisi prasarana di lintas, yang meliputi keandalan jalur rel dan persinyalan, daerah rawan genangan air dan banjir, fasilitas layanan pelanggan dan kebersihan yang berada di stasiun, serta kesiapan SDM kereta api di setiap wilayah stasiun yang dilewati.

Hasil pemetaan Daop 4 Semarang, terdapat 22 daerah berpotensi gangguan alam yang dinilai memiliki potensi bahaya, mulai dari banjir, amblesan, hingga tanah longsor.

Jumlah daerah berpotensi gangguan alam tersebut, sudah mengalami penurunan dari tahun 2021 yang berjumlah 51 daerah dan pada tahun 2022 berjumlah 36 daerah.

“Berbagai perbaikan sudah kami lakukan, sehingga jumlah daerah yang berpotensi gangguan alam tersebut dapat berkurang,” sebutnya.

INFO lain :  Laga Paseduluran PSIS vs Selangor FC, Segini Harga Tiketnya

Ke-22 daerah berpotensi gangguan alam yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang, di antaranya 11 titik di wilayah Kabupaten Grobogan, 3 titik di wilayah Kota Semarang, 2 titik di wilayah Kabupaten Blora dan Pekalongan, serta beberapa titik lainnya.

Dari sisi kesiapan material, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di 26 titik, meliputi Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang, Brumbung, Gubug, Kedungjati, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, Cepu, Kedungjati, Gundih dan Ambarawa.