Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang kembali menggelar lomba untuk warganya. Setelah viral lomba nasi goreng, kini lomba pengelolaan sampah.
Lomba pengelolaan sampah ini dinamai Lampah Kita, kependekan dari Lomba Kelola Sampah di Lingkungan Kita. Lewat lomba ini diharapkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah meningkat sehingga bisa mengurangi beban TPA Jatibarang.
“Kawasan perumahan, pasar, usaha dan industri menjadi penyumbang sampah yang jika kita tahu pemanfaatannya diharapkan berhenti dan selesai di setiap kawasan,” ungkap Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melaunching Lampah Kita di Ngaliyan, Kamis (21/9).
Menurut Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, lomba berbasis masyarakat ini diharapkan dapat menggerakkan sekaligus membangun kesadaran pengelolaan sampah lingkungan.
Peserta dikategorikan dalam empat kategori, yakni masyarakat, pendidikan, usaha/ swasta dan fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit dan Puskesmas.
Ditargetkan dapat diikuti 10.595 RT, 1.525 RW se-Kota Semarang. Khusus untuk akademisi dan perguruan tinggi, kategori lomba lebih ditekankan pada inovasi pengelolaan sampah untuk bisa diaplikasikan berbasis rumah tangga.
Terkait sampah di pasar, lanjut Mbak Ita, pihaknya juga berinisiatif menggerakkan para pedagang dan pelaku usaha, untuk memberikan bahan makanan yang tidak layak jual untuk dimanfaatkan serta dibagikan pada yang membutuhkan.
“Bukan sisa ya, misalkan untuk buah sayur yang terlalu matang atau sudah tidak laku dijual bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bisa juga digabungkan dengan program Cempaka, jadi tidak hanya pengusaha tetapi seluruh pelaku usaha bisa nyengkuyung,” katanya
Jika semua pihak memiliki kesadaran, maka pembuangan sampah ke TPA akan berkurang, lingkungan bersih dan efisiensi anggaran pemerintah untuk pengelolaannya dapat dialihkan pada program lain yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui lomba ini, diharapkan bisa mendukung upaya pengurangan penumpukan sampah hingga 30 % dan pengangkutan sampah hingga 70 %. Mengingat sampah sudah dikelola sejak dini di level rumah tangga.
“Total hadiahnya Rp 189 juta. Dan untuk juara 1 hadiahnya sekitar Rp 20 juta,” pungkas Mbak Ita. (Ags/Mw)












