Pesan Mbak Ita ke Gen Z Semarang: Waspadai Potensi Konflik Pemilu

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka Group Discussion Competition Pemilu 2024 dari Sudut Pandang Gen Z. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita mengingatkan potensi konflik di tahun politik perlu disikapi dengan tepat guna mencegah perpecahan bangsa. Apalagi jelang Pemilu 2024 seperti saat ini.

Hal itu diungkapkan Mbak Ita saat membuka Group Discussion Competition bertajuk Pemilu 2024 dari Sudut Pandang Generasi Z di Hotel Candi Indah, Kota Semarang, Rabu (11/10).

Mbak Ita menyebut Kota Semarang masuk dalam wilayah yang memiliki potensi konflik tinggi jelang Pemilu 2024. Hal itu sesuai dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis oleh Bawaslu Jawa Tengah.

INFO lain :  Tempat Ibadah dan Mal di Semarang Tutup Selama PPKM Darurat

“Kota Semarang berada di urutan 12 se-Indonesia, dan peringkat pertama dalam skala Jawa Tengah,” kata dia.

Wali kota perempuan pertama Kota Semarang ini mengakui, bibit-bibit konflik jelang Pemilu 2024 mulai dapat dirasakan. Oleh karena itu, pemetaan-pemetaan untuk mengatasi dan menanggulangi masalah tersebut penting untuk dilakukan.

“Saya dan teman-teman ingin membuktikan bahwa Kota Semarang tidak seperti itu, kita harus bergerak cepat melihat dan antisipasi potensi-potensi yang menimbulkan konflik,” ujarnya.

Mbak Ita mengatakan alasan melibatkan Gen Z mewujudkan Pemilu damai karena mereka kelompok pemilih yang mendominasi kontestasi lima tahunan ini. Dari 204 juta daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024, Gen Z jumlahnya mencapai 22,85 persen.

INFO lain :  Demo dikawasan DPR

“Jumlah suara Gen-Z sebanyak 46,8 juta suara atau 22,85 persen, sementara generasi milennial 33,60 persen atau 68,8 juta,” beber dia.

Ditambahkan, dengan digelarnya kompetisi adu gagasan ini, dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa yang masuk dalam kelompok Gen Z untuk menambah wawasan. Gagasan dan buah pikir dari kelompok tersebut perlu didengarkan, karena nantinya mereka akan menjadi generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini.

“Mereka ini selalu cepat bergerak, juga punya kemampuan berkomunikasi lebih cepat. Mereka juga bisa disebut sebagai generasi yang tidak bisa ditinggal, mereka adalah generasi yang sekarang ini justru menjadi generasi penentu ke depannya,” ujarnya.

INFO lain :  KPK Enggan Beri Penjelasan Soal Dugaan Korupsi MXGP 2018 di Semarang

“(Kegiatan) ini adalah contoh bagaimana bisa memfasilitasi dari Gen Z. Acara-acara ini pasti akan berlanjut, tetapi disesuaikan lagi dengan tema-temanya,” imbuh dia.

Untuk diketahui, Grup Discussion Competition yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Kota Semarang diikuti oleh fakultas ilmu politik dan pemerintahan dari empat perguruan tinggi.

Di antaranya Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.