Marak Balap Liar, Pemkot Semarang Akan Pasang Pita Kejut

oleh
Balapan liar di Jalan dr Cipto Semarang, lampu traffic light dijadikan tanda start kebut-kebutan. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Maraknya aksi balapan liar di sejumlah jalan di Kota Semarang disikapi serius Pemkot Semarang. Langkah antisipasi demi menciptakan kenyamanan masyarakat disiapkan.

Aksi balapan liar yang saat ini dikenal dengan sebutan ongkean ini kerap digelar pada malam Minggu. Lokasinya pun tersebar di sejumlah jalan protokol di Kota Semarang.

Seperti yang terjadi di ruas jalan dr Cipto maupun Kalibanteng, beberapa kali viral di media sosial, salah satunya TikTok. Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) pun bersikap.

INFO lain :  Eksekusi Aset PT KAI di Semarang Tegang

“Lokasi yang sering dijumpai adanya balap liar seperti Jalan dr Cipto, Kalibanteng, Jalan Madukoro, hingga Jalan Arteri. Di lokasi tersebut kita antisipasi dengan memasang pita kejut. Dan itu efektif,” ungkap Plt Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan, Rabu (11/10).

Danang menjelaskan, saat ini modus yang dilakukan pelaku balap liar, yaitu menjadikan lampu rambu lalu lintas atau traffic light di perempatan sebagai titik start kebut-kebutan.

“Baru-baru ini di perempatan Bangkong. Jam sebelas malam ke atas seperti itu biasanya. Begitu lampu hijau, mulai,” ujar dia.

INFO lain :  Hari Buruh di Semarang: Demo, Bagi Sembako hingga Vaksinasi

Selain akan memasang pita kejut di lokasi-lokasi baru, Dinas Perhubungan juga menyalakan lampu rambu lalu-lintas menjadi kuning sebagai tanda hati-hati di jam-jam tertentu.

Dalam upaya tersebut, Pemkot Semarang juga berkolaborasi dengan Satlantas Polrestabes dalam melakukan razia maupun patroli balap liar.

“Untuk masyarakat kalau ada kerumunan balap motor supaya dihindari. Tapi jangan ragu untuk melaporkannya pada kami. Bisa melalui kanal 112 (Sapa Mbak Ita) atau juga lewat aplikasi Libas milik Polrestabes. Nanti akan kita tindak bersama teman-teman Polrestabes,” terang Danang.

INFO lain :  Festival Jatiwayang Semarang Dimeriahkan Penampilan Seniman Kolombia dan Jerman

Dishub sendiri juga akan menggandeng komunitas motor untuk lebih menggaungkan tertib lalu lintas sekaligus mengajak sesama pecinta motor untuk menyalurkan hobi sesuai tempatnya. S

demi keamanan dan kenyamanan, hal tersebut perlu dilakukan agar potensi penghobi balapan bisa lebih terarah.

“Kepada komunitas motor, supaya bisa menyalurkan hobi balapan di sirkuit resmi. Nanti kita akan bantu koordinasi dengan Dinpora (Dinas Pemuda dan Olah raga) terkait ini,” tandas Danang. (Ags/Mw)