Pemkot Semarang Kerahkan Pemadam Lintas Instansi Atasi Kebakaran TPA Jatibarang

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memimpin langsung upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatibarang, Jumat (6/10). (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang kembali terbakar Jumat (6/10). Semua potensi pemadam, bahkan lintas instansi dikerahkan untuk menangani kebakaran.

Zona TPA Jatibarang yang terbakar berbeda dari kejadian sebelumnya, yakni di area aktif. Sebelumnya atau Kamis (5/10) api muncul di zona pasif dan berhasil dikendalikan dalam tempo tiga jam.

Menyikapi kebakaran terbaru tersebut, Pemkot Semarang mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki, baik itu di Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD maupun OPD terkait lain. Bahkan atas inisiasi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, pemkot minta bantuan lintas instansi, seperti dari TNI, Polri dan stakeholder lainnya.

INFO lain :  Puluhan Warga Sampangan Semarang Positif Covid-19 Usai Takziyah

“Sudah padam tapi memang masih ada asap serta titik api yang membara. Semua berkat bantuan selain Damkar, BPBD, PU, Perkim, ada TNI-Polri sehingga dari TNI dan jajaran sudah mengeblok arah sebelah barat. Lalu Brimob ada dua kompi dan mereka hadir di sini dengan water canonnya,” ujar Mbak Ita, sapaan wali kota, di sela memimpin pemadaman di TPA Jatibarang.

Zona yang terbakar adalah zona aktif dua dan tiga

Mbak Ita menjelaskan, zona yang terbakar saat ini adalah zona aktif dua dan tiga yang merupakan area sampah yang belum lama dibuang. Dampak dari kebakaran ini adalah area sekitar dua hektare hangus.

INFO lain :  Pemprov Bangunkan Gedung Baru untuk Kejati Jateng

Kebakaran meluas karena pengaruh angin kencang yang membuat api merambat. Ia mengaku ada kendala pemadaman karena titik-titik api yang jauh dari jangkauan mobil pemadam.

Oleh karena itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan water bombing. Hanya saja, helikopter yang mengoperasikan water bombing masih menangani kebakaran di lereng Gunung Lawu, sehingga Pemkot harus bergerak mandiri.

INFO lain :  Dosen Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Terima Pencatatan Ciptaan Buku Tentang Kepolisian

“Sudah komunikasi dengan BNPB tapi masih pengondisian di Lawu. Dan kami diminta upaya dulu untuk penanganan sehingga tinggal kami melaporkan. Moga-moga tidak perlu pakai water boombing,” paparnya.

Ita berharap Kota Semarang segera diguyur hujan. Karena cuaca panas ekstrim di Kota Semarang menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran di area terbuka.

“Kami lihat ramalan di BMKG jika Kota Semarang akan dilewati hujan antara jam 6-9. Tapi belum tahu Semarang bagian bawah atau atas,” imbuhnya. (Ags/Mw)