Semarang – Dr. Tugimin Supriyadi, Psi, dosen psikologi ada Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menerima surat pencatatan ciptaan atas buku tentang psikologi kepolisian karyanya. Kedua buku tersebut berjudul Psikologi Berlalu Lintas Masyarakat Perkotaan dan Psikologi Kepolisian. Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan Buku dilakukan beberapa waktu lalu.
Kepada INFOPlus, Tugimin Supriyadi mengatakan, jika kedua buku tersebut merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia. “Kedua buku hasil karya saya tersebut, pertama dan satu-satunya di Indonesia,” kata dia.
Ia menjelaskan, inisiasi pembuatan kedua buku tersebut didasar atas kecintaan serta bentuk perhatiannya terhadap institusi Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyaraka, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Ia melihat masalah Road Safety ( Keselamatan berlalu lintas) dalam konteks pemolisian dapat dilihat sebagai lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Amanat pencapaian tujuan road safety adalah untuk kemanusiaan, karena sumber daya manusia sebagai aset utama bangsa.
“Manusia menjadi salah satu penyebab permasalahan dari road safety. Tujuan road safety adalah untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membangun budaya tertib berlalu lintas serta untuk memberikan pelayanan yang prima di bidang road safety yang mencakup pelayanan keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi dan kemanusiaan,” jelas dia.
Buku Psikologi Berlalu Lintas Masyarakat Perkotaan dan Psikologi Kepolisian ini merupakan kajian akademis maupun pragmatis atas lalu lintas secara umum mapun secara khusus sehingga pola-pola perilaku penggua jalan saat berlalu lintas dapat ditunjukkan. Kajian psikologi lalu lintas ini meneliti secara holistik atau sistemik atas faktor faktor yang mempengaruhi perilaku dalam berlalu lintas yang diantaranya mencakup faktor : manusia, kendaraan, jalan, alam lingkungan, faktor faktor sosial kemasyarakatan lainnya.
Tugimin menemukan satu hal yang menjadi perhatian psikologi lalu lintas, yakni adalah perilaku pengguna jalan yang dapat menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Pada umumnya kecelakaan lalu lintas disebabkan, adanya pelanggaran lalu lintas, kecepatan yang melampaui batas kecepatan maksimal dalam berkendara, pengemudi yang tingkat kompetensi, konsentrasi maupun reaksinya rendah, faktor jalan yang tidak sesuai standar safer road, faktor kendaraan bermotor, pengguna jalan lainnya, serta faktor alam.















