Penutupan TikTok Shop Putuskan Mata Rantai UMKM

oleh
Penutupan TikTok Shop oleh pemerintah dikhawatirkan memutus mata rantai pelaku UMKM yang berjualan secara online. (Foto: Gus Djoyo)

Semarang – INFOPlus. Kebijakan pemerintah menutup TikTok Shop berpotensi memutuskan mata rantai UMKM. Kebijakan tersebut dikhawatirkan mendongkrak tingkat pengangguran.

Pedagang batik asal Semarang, Sovan Haslin mengaku keberadaan TikTok Shop memberi dampak positif bagi pelaku UMKM seperti dirinya. Fasilitas tersebut membuat marketnya terbuka luas tanpa ada batasan ruang atau tempat.

Sebagai pedagang, ia bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan luar negeri. Beda dengan pedagang konvensional yang persoalan jarak bisa menjadi hambatan tersendiri bagi perluasan pasar.

“Kayak saya pedagang batik, oranr dari jauh tidak perlu datang, cukup lihat live streaming cocok atau tidak. Kalau cocok bisa beli tanpa ada paksaan,” tutur dia, Kamis (5/10).

INFO lain :  Polda Jateng memeriksa 5 saksi terkait kasus relawan PDI Perjuangan yang diduga dipukul oleh Anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra berinisial JS.

Lewat TikTok, lanjut Sovan, ia mampu menjual sekitar 150 pieces per hari. Pembelinya mayoritas malah datang dari luar Semarang. Bahkan banyak di antara mereka berasal luar Jawa.

“Jadi ada plus minusnya berjualan melalui TikTok. Karena produk-produk yang kita jual bisa diserap seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar dia.

Terkait fasilitas live streaming yang bisa digunakan di TikTok, Sovan menyebut sebenarnya hal tersebut lazim di era digital saat ini. Banyak platform media sosial yang menyediakan fasilitas tersebut.

INFO lain :  Korban Body Checking Finalis Miss Universe Diduga Mencapai Puluhan

Hanya saja, beberapa keunggulan di TikTok menyebabkan banyak pedagang online akhir bermigrasi ke platform media sosial asal China tersebut.

“Alasannya memilih TikTok karena suaranya jernih, kualitas gambar jernih, dan pembawa streamingnya lucu-lucu dan bisa diajak komunikasi. Kadang tadinya tidak mau beli karena nonton hostnya lucu jadi beli,” jelasnya.

Karena itu, dengan ragam manfaat yang bisa diambil pedagang kecil, Sovan menyayangkan pemerintah terburu menutup TikTok Shop. Sebab kebijakan itu berdampak pada terputusnya mata rantai pelaku usaha. Termasuk para pekerja yang terlibat di dalamnya.

“Produk seperti batik di tempat saya, proses produksinya melibatkan banyak pelaku usaha. Ada tukang jahit, tukang potong, bagian pengepakan. Kasihan kalau mata rantai ini terputus begitu saja dengan kebijakan tersebut. Padahal ini adalah produk dalam negeri yang harusnya pemerintah bisa memberi perhatian lebih,” beber dia.

INFO lain :  Lalu Lintas Ciputat Arah Jakarta Macet Parah

Yang perlu dibatasi pemerintah sebenarnya adalah masuknya barang-barang impor yang dijual murah di online shop. Barang-barang impor harga murah itulah meresahkan para pelaku UMKM Indonesia.

“Jangan pukul rata semua kena imbasnya. Jadi harus ada regulasi mengatur barang impor yang dijual murah di Indonesia,” tegas dia.